10.12.2011 17:44:20 WIB
Oleh Putra Kurusetra
SAAT ini karakter bangsa Indonesia tengah diuji. Sebab berbagai kasus kekerasan terus berlangsung di tengah masyarakat. Semuanya bermula dari berbagai persoalan yang disebut perbedaan. Nah, salah satu cara untuk mengatasi persoalan ini yakni mengedepankan keberagaman budaya.
“Guna mencapai hal tersebut, berbagai hal dapat dilakukan. Baik melalui pendidikan, kebijakan politik, termasuk dunia kesenian. Sebab di masa lalu, di era Kerajaan Sriwijaya, keberagaman ini dijaga sehingga Sriwijaya dan Nusantara berjaya. Lembaga ini didirikan salah satu visi dan misinya tentang hal tersebut,” kata budayawan Erwan Suryanegara, saat peresmian Yayasan Kebudayaan Tandipulau, di Jalan Diponegoro, Palembang, Sabtu (10/12/2011) sore.
“Kita sudah sepantasnya melawan berbagai gerakan budaya yang bercita-cita mendominasi berbagai budaya yang ada di Nusantara. Kita harus memberikan tempat yang sama terhadap berbagai budaya di Nusantara. Jika hal ini diperankan pemerintah dan masyarakat Indonesia, maka krisis karakter bangsa seperti bentuk kekerasan akan dapat teratasi,” ujarnya di hadapan puluhan undangan, yang sebagian besar pekerja seni dan budaya di Palembang.
Yayasan Kebudayaan Tandipulau sendiri merupakan organisasi nirlaba yang terfokus pada pengembangan seni-budaya di Sumatera Selatan. “Yayasan ini sama sekali tidak mencari keuntungan. Ini gunanya menghindari benturan kepentingan. Kalau bicara untung, pasti akan banyak kepentingan,” ujarnya.
Guna menghidupi yayasan, lembaga ini mengandalkan berbagai donatur yang ada di Sumatera Selatan dan Jakarta. “Kami yakin masih banyak wong Palembang yang mampu dan memiliki kepedulian dengan kebudayaan di Sumatera Selatan,” katanya.
Yayasan ini sendiri berkantor di sebuah rumah di Jalan Diponegoro. Selain memiliki ruangan buat pameran karya seni, seperti senirupa, rumah ini juga memiliki panggung pertunjukan yang berada di halaman belakangnya.
