18.10.2011 21:02:43 WIB
Oleh Putra Kurusetra
ADA lima dasar atau pertimbangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mereshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.
"Pertama, hasil evaluasi kinerja dan integritas. Kedua, faktor yang saya sebut dengan the right man in the right place," kata SBY saat mengumumkan anggota KIB II hasil perubahan di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2011) malam.
Ketiga, kebutuhan atau keperluan organisasi dalam hal ini kabinet itu sendiri. Sedangkan keempat adalah masukan dan inspirasi dari masyarakat luas yang dia terima dalam setahun ini.
"Kelima adalah pertimbangan faktor persatuan dalam kemajemukan, tentu dengan tidak meninggalkan integritas dan kapasitas para calon menteri," ucap dia.
Presiden menjelaskan, dia mendapatkan banyak dorongan dan tekanan untuk melakukan reshuffle KIB II setiap tahun. Dia berpendapat, tidak tepat kalau reshuffle dilakukan dalam rentang waktu secepat itu, sebab akan mengganggu stabilitas dan kontinuitas kerja kabinet yang dipimpinnya.
