Peristiwa

Ratusan Dokter dan Mahasiswa Aksi ke Kejati

coba

14.01.2010 14:27:49 WIB

Oleh FLORENCIA MARCELINA RAMADHONA

RATUSAN dokter dan mahasiswa kedokteran dari Universitas Sriwijaya, melakukan aksi ke Kejati Sumsel, Kamis (14/01/2010). Mereka menyerahkan surat jaminan agar Dekan FK Unsri, Prof Dr Zarkasih, SpA dan Ketua PPDS Unsri, dr Hatta Ansyori, SpOG, dibebaskan dari Rutan Merdeka, Jalan Merdeka, Palembang.

"Kami ini berasal dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), para dokter yang menjadi dosen di Universitas Sriwijaya, dan para mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya," kata dr. Erial Bahar, salah seorang pengunjukrasa.

Saat aksi, para dokter mengenakan baju dinas lengkap dan pita hitam di lengan kanan longmarch dari kampus Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Jalan Madang menuju ke kantor Kejaksaan Tinggi Sumsel, Jalan Ade Irma Suryani, Palembang, Kamis (14/01/2010) siang sekitar pukul 12.30.

Setelah berorasi beberapa menit, sekitar pukul 13.26, mereka bertemu dengan sejumlah pejabat Kejati Sumsel. Pertemuan di ruang rapat Kejati Sumsel. Saat itu, para pengunjukrasa menyerahkan surat jaminan terhadap Dekan FK Unsri, Prof Dr Zarkasih, SpA dan Ketua PPDS Unsri, dr Hatta Ansyori, SpOG, agar dibebaskan dari Rutan Merdeka, Jalan Merdeka, Palembang. Surat jaminan itu ditandatangani 750 dokter yang ada di Palembang.

Sebagai informasi, pada Senin (11/01/2010) lalu, Zarkasih Anwar dan Hatta Ansyori ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Sumsel, dan mereka langsung ditahan di Rutan Merdeka, Jalan Merdeka Palembang.

Keduanya diduga terlibat kasus korupsi dana penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada PPDS FK Unsri senilai Rp2,5 miliar. Kepada pers Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumsel Roskanedi mengatakan penetapan keduanya sebagai tersangka setelah sebelumnya tim penyidik Kejati Sumsel memeriksa sejumlah saksi terkait kasus ini. Para saksi itu puluhan pejabat di lingkungan Fakultas Kedokteran Unsri dan pejabat Rektorat Unsri.

Penahanan ini mendapat simpatis dari dosen maupun pejabat di lingkungan Universitas Sriwijaya. Selain membesuk keduanya di rumah tahanan itu, sejumlah dokter juga melakukan aksi seperti hari ini.

Komentar


Berita Terkait