05.11.2009 14:54:07 WIB
Oleh YASIR AMRI
Tiga puluh bus angkutan khusus mahasiswa Universitas Sriwijaya (UNSRI) bersama puluhan mahasiswa melakukan aksi massa di kantor Gubernur Sumsel, Jl. Kapten A. Rivai, Palembang, Kamis (05/11/2009) siang.
Para supir bis dan kernet bis tersebut yang tergabung dalam Serikat Buruh Tranportasi Angkutan (SBTA) Sumsel bersama-sama dengan BEM UNSRI, bergabung dalam bendera Aliansi Perjuangan Transportasi (APT).
Koordinator Aksi Eli Sumantri, seorang mahasiswa Unsri, mengajukan sejumlah tuntutan. Yakni, agar pengaturan rute bus khusus mahasiswa Unsri Indralaya tidak memberatkan supir dan mahasiswa.
Para supir menghendaki rute bus tersebut, pemberngkatan dari pasar Cinde, menuju Kertapati, dan ke Indralaya. Sedangkan rute balik kepalembang melalui Musi II, Bukit Besar, simpang Polda, sampai ke Internasional Plaza Jalan Jendral Sudirman.
Selain itu, mereka juga menuntut agar menindak tegas oknum yang melakukan pungutan liar di jalur bus tersebut. Serta menetapkan aturan baku yang mengatur hal tersebut.
Subur Asfar, perwakilan SBTA mengatakan, dahulu pernah di tetapkan sampai dengan pukul 12.00 WIB bus mahasiswa Unsri diperbolehkan memasuki dalam kota. Tapi sekarang, kalau sudah berangkat ke indralaya, tidak boleh lagi masuk dalam kota. “Karena itu kami sering kena tilang,” katanya.
Perwakilan massa aksi sempat berdialog dengan Kepala Dinas Perhubungan dan Inforkom Sumsel, Sarimuda. Menurut Sarimuda, mulai besok bus mahasiswa Unsri dapat kembali memeuki kota sampai dengan pukul 12.00.
Kalau ada yang melakukan pungutan liar, tegas Sarimuda, para supir bisa langsung melaporkan kekantornya.
