Peristiwa

Mahasiswa dan Pol PP Nyaris Bentrok

coba

01.06.2010 12:20:05 WIB

AKSI solidaritas terhadap relawan kemanusiaan untuk Gaza yang menjadi korban kebrutalan Angkatan Laut Israel yang menembaki kapal Navi Marmara oleh mahasiswa tergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HIM) Palembang, Selasa (01/6/2010) di halamam Pemprov Sumsel, Jalan Kapten A Rivai Palembang, nyaris ribut dengan Satpol-PP.

Aksi saling dorong dan nyaris adu fisik itu dipicu karena Setdaprov Sumsel Drs H Musyrif Suwardi terlambat menemui pendemo.

Mahasiswa datang ke Pemprov Sumsel untuk menyampaikan aspirasi dan mengutuk tindakan brutal agresor Israel terhadap warga Gaza, Palastina. Tidak hanya itu, kekerasan juga dialami para relawan kemanusian dari 15 negara, termasuk 12 relawan Indonesia yang menumpang kapal Mavi Marmara yang menyebutkan 19 orang meninggal dan puluhan luka-luka. Pendemo minta Sekretaris Daerah untuk turun dari lantai II dan menemui mereka.

Atas keinginan itu, beberapa penghubung menlapor kepada Musyrif Suwardi. Lantaran kesibukan dan banyaknya tamu, maka Musyrif pun baru bisa menemui 30 menit kemudian.

Namun sebelum itu, mahasiswa yang dikoordinir Rudi Fanani melakukan orasi.

Setelah melakukan orasi, Sekdaprov Sumsel belum juga keluar sehingga mahasiswa berteriak-teriak, bahkan mencoba untuk masuk ke dalam gedung. Tentu saja langkah mahasiswa ini dihalau Pol-PP dan anggota Polri yang berjaga-jaga.

"Kami sudah menunggu 30 menit, mana sekdapro. ia tidak keluar juga," teriak mahasiswa.

Tentu saja teriakan mahasiswa, ini memicu anggota Pol-PP yang bertugas sehingga nyaris ribut. Namun beruntung adu fisik tidak terjadi karena dari anggota Pol-PP dan mahasiswa ada yang saling menenangkan sehingga suasana tenang kembali. Terlebih Musyrif Suwardi turun keluar menemui mahasiswa dan ikut mendengarkan isi orasi mahasiswa.

Dalam orasinya, HMI mengatakan, gerakan dilakukan Israel di pantai Gaza mengakibatkan 19 orang meninggal dunia, tindakan itu harus dikencam karena perbuatan tersebut sewenang-wenang serta tidak berprikemanusiaan. Israel juga termasuk negara Neo Liberalisme merongrong kesejahteraan dan pemusyawaratan di Indonesia termasuk di Sumsel. Begitu juga dengan agenda besar Sumsel 2011 tentang pelaksanaan SEA Games mesti diawasi secara intensif semua pihak karena bisa saja praktek Neolib menyusup.

"HMI mengutuk keras tindakan Israel yang biadab terhadap kelompok kemanusiaan untuk Palestina yang terjadi di pantai Gaza," kata Rudi Fanani.

Lebih lanjut dikatakan, menghadapi SEA Games 2011 di Sumsel, pemerintah harus memberikan manfaat positif bagi masyarakat khususnya bagi peningkatan ekonomi rakyat dan berbagai kepentingan untuk kesejahteraan.

Menanggapi aspirasi itu, Sekdaprov Sumsel Musyrif Suwardi mengatakakan, Pemprov Sumsel mengutuk perbuatan Israel yang melanggar hukum internasional sehingga PBB harus memberikan sanksi. Khusus pembangunan dan SEA Games XXVI di Sumsel 2011 mendatang, Musyrif Suwardi minta, agar seluruh lapisan masyarakat tidak menerima informasi sepihak karena pembangunan yang dilaksanakan di Sumsel untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Sumsel milik semua warganya sehingga harus diperjuangkan agar semakin sejahtera," katanya.

Foto: Sriwijaya Post

Komentar


Berita Terkait