Batanghari

Tegang, Jawaban UN Diisi dengan Pena

coba

30.03.2010 18:49:12 WIB

Oleh JONI OPUS

MUNGKIN karena terlalu tegang mengikuti ujian nasional, salah satu siswa SMP di Muaraenim mengisi lembar jawaban komputer menggunakan pena. Padahal, sesuai aturan, lembar jawaban itu harus diisi dengan menggunakan pensil 2B hingga bisa dibaca lewat scanner.

Peristiwa itu terjadi Senin (29/03/2010) di salah satu SMP di Muaraenim. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muaraenim, Tjik Din M Noer mengatakan, Rabu (30/03/2010) dirinya sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Sebab, hasil ujian negara yang di isi dengan menggunakan pena tidak akan bisa dibaca oleh peralatan pemeriksa yang menggunakan komperisasi.

“Kami baru mendapat informasi, setelah kertas jawaban dikumpulkan. Ternyata salah seorang siswa SMP di Muara Enim mengisi lembar jawaban dengan menggunakan pena,” ungkap Tjik Dien.

Dia menjelaskan, hampir seluruh sekolah telah melaksanakan try out sebelum mengikuti ujian nasional. Mereka telah dilatih pra ujian nasional, bukan hanya mata pelajaran tetapi persiapan sebelum ujian berlangsung hingga sangat mustahil terdapat siswa yang mengisi menggunakan pena.

Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Jamal Abdul Naser menambahkan, pihaknya menghimbau kepada sekolah khususnya, pengawas agar dapat memperhatikan dengan teliti peserta UN, jangan sampai siswa peserta UN tersebut menggunakan peralatan lain, selain menggunakan pensil 2B yang sudah ditentukan.

“Pada pengawas UN harus teliti, jangan sampai mengorbankan siswa, bisa tidak lulus kalau menggunakan pena atau lainnya,” jelasnya.

Dia menjelaskan LJK UN yang ketahuan disi oleh peserta UN dengan mengunakan pena, harus diganti dengan LJK yang lain dan diarahkan agar menggunakan pensil 2B, jika saat diperiksa masih ada siswa yang menggunakan pena.

“Segera saja dibuatkan berita acaranya didepan pengawas dan juga saksi pihak kepolisian yang ada jangan sampai dibiarkan saja,” tegasnya.

Selain itu dikatakannya, pengawas sebelum mulainya UN, harus memerintahkan kepada peserta UN untuk lebih mendahulukan mengisi biodata peserta terlebih dahulu, agar jangan sampai peserta lupa mengisi biodata.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak kemarin sebanyak 10 ribu siswa ikuti Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMP/Sederajat. Dalam kesempatan tersebut tidak seperti UN SMA/Sederajat yang lalu, sidak UN SMP/Sederajat ini hanya dilakukan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Muara Enim, Drs H Tjik Din M Noer MM didampingi Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Jamal Abdul Naser Spd. Ttim sidak Disdik Muara Enim dimulai di SMP Negeri 1 Muara Enim, SMP Negeri 2 Muara Enim, SMP Ngeri 4 Muara Enim, SMP PGRI Muara Enim dan MTS Negeri Muara Enim. Terlihat juga sidak yang dilakukan Kadisdik ini juga terlihat hanya diluar saja dan tidak masuk kedalam ruangan, guna tidak menganggu pelaksanaan UN.

Jumlah seluruh peserta UN secara rinci antara lain, sebanyak 10.342 diantaranya, SMP 7040 siswa negeri, 1725 siswa swasta, SMPT 242 siswa negeri dan MTS negeri 483 siswa serta swasta 852 siswa

Komentar


Berita Terkait