10.08.2009 14:27:21 WIB
Oleh YASIR AMRI
PRAKTISI politik dari PDI Perjuangan Sumsel Gantada Arlan membantah soal kemungkinan Noordin M Top memiliki ilmu menghilang. “Tidak mungkinlah hal itu (ilmu menghilang, red). Itu jelas belum optimalnya kinerja kepolisian. Polisi kita belum profesional dalam menangani persoalan terorisme,” kata Gantada, yang dihubungi melalui telepon, Senin (10/08/2009).
Jadi, soal belum tertangkapnya Noordin M Top atau belum pastinya soal DNA lelaki yang tewas saat penyergapan di Temanggung, Jawa Tengah, menurut Gantada, itu semua bermula pada kinerja kepolisian.
“Kalau kinerja kepolisian bagus, khususnya para intelnya, saya pikir Noordin cepat tertangkap. Jadi, jangan dilarikan ke hal-hal yang gaib-lah,” kata Gantada.
Di sisi lain, Gantada juga meminta masyarakat Palembang untuk membangun kembali silahturahmi. “Dari silahturahmi ini akan terbangun komunikasi. Baik di kalangan masyarakat biasa, maupun kalangan pejabat. Sehingga kalau ada persoalan, dapat diatasi bersama. Yang miskin atau mengalami kesulitan dapat dibantu, begitu pun hal-hal yang lain, sehingga kemungkinan berpikir dan bertindak aneh-aneh tidak akan terjadi,” katanya.
Sementara Ketua DPW PKS Sumsel Yuswar Hidayatullah, tidak mau menjawab apakah Noordin M Top punya ilmu menghilang atau tidak. “Soal itu saya tidak mau berkomentar,” katanya, yang dihubungi melalui telepon, Senin (10/08/2009). “Tetapi persoalan terorisme ini, khususnya penangkapan terhadap Noordin M Top, kita serahkan sepenuhnya kepada kepolisian,” katanya.
Sama seperti Gantada, Yuswar meminta masyarakat Palembang untuk selalu kompak, menjaga komunikasi, saling membantu, sehingga lahirnya kelompok anarkis dapat terhindar.
