Pemerintahan

"Sungguh ironi negara ini..."

coba

03.11.2009 16:34:30 WIB

Oleh SUMARDONI

HAMPIR sebagian besar masyarakat Palembang, selama lima jam berdiam di depan televisi. Mereka mendengarkan rekaman percakapan dugaan kriminalisasi pimpinan KPK, yang disiarkan secara langsung sejak pukul 11.00 hingga 16.15, di Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Selasa (3/11/2009).

Mereka menonton itu baik di rumah, kantor, maupun di warung makan. Meskipun sebagian besar berbahasa Jawa, percakapan di telepon itu cukup dimengerti. "Hahaha, kacau nian ya negara ini. Ternyata banyak nian pemimpin seperti itu di negeri ini," kata Sadikin, seorang penarik becak, yang sempat mendengarkan percakapan soal pembagian fee, di warung makan di kawasan Sekojo, Palembang, Selasa (03/11/2009).

Tak jarang mereka yang menonton tertawa satire mendengar percakapan konspirasi tingkat tinggi tersebut.

"Sungguh ironi negara ini, bagaimana akan maju jika para pejabat dan penegak hukum berperilaku seperti itu?" kata Netty, warga Kapling II, Kalidoni, Palembang, di sela-sela menonton acara itu di kantornya di Jalan Kapten A. Rivai Palembang.

Foto: detik.com

Komentar