24.10.2009 04:02:16 WIB
Oleh FLORENCIA MARCELINA RAMADHONA
SAAT ini, dalam mengkampanyekan global warning, masyarakat Indonesia diminta berhemat menggunakan energi, atau mencari energi alternatif. Kesannya bangsa Indonesia yang telah memproduksi banyak emisi karbon di dunia. “Ini tidak benar, sebab negara-negara kaya yang lebih banyak menggunakan energi,” kata Arimbi Heroepoetri.
“Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Inggris, Kanada, mengonsumsi 58 persen seluruh energi yang dipakai manusia di dunia ini. Maka, mereka bertanggungjawab atas 53 persen emisi karbon dioksida. Indonesia hanya berkisar 0,33 persen,” kata Arimbi dari Law Indonesia, dalam sebuah perbincangan dengan jurnalis dan aktifis lingkungan di Women Crisis Centre (WCC), Sekip, Palembang, Sabtu (24/10/2009) dini hari.
Oleh karena itu, bangsa Indonesia, seharusnya mendesak negara-negara kaya itu untuk menghentikan melakukan eksploitasi sumber energi di negara-negara Selatan, seperti Indonesia, sehingga masa depan bumi akan selamat. “Jika hal ini tidak segera dicegah, hanya beberapa tahun ke depan, sekitar tahun 2012, dunia akan sangat panas. Saat ini peningkatan suhu mencapai 2 persen,” katanya.
Meskipun begitu, Arimbi tetap mendukung Indonesia mengurangi penggunaan energi dari minyak bumi dan gas. “Tapi jangan saat dikampanyekan, seakan-akan Indonesia yang paling banyak, seperti soal seringnya kebakaran hutan. Sekali lagi, penggunaan energi yang besar di negara-negara maju itu yang menyebabkan para petani kita gagal panen akibat iklim yang kacau,” katanya.
Foto: www.widhisetyopratama.wordpress.com
