01.12.2009 06:00:44 WIB
Oleh IMRON SUPRIYADI
Sekelompok perupa di Palembang merancang dan merencanakan sebuah pameran senirupa bersama. Aktivitas ini bertujuan menawarkan bentuk lain dari sejarah Palembang, yakni visualisasi dalam karya lukis.
Palembang memiliki sejarah panjang, sejak abad ke 6 Masehi ditandai oleh munculnya kerajaan besar di Nusantara bernama Sriwijaya. Hal inilah yang menjadi patokan pemerintah kota Palembang menentukan usia kota yang memiliki ciri khas Sungai Musi ini.
Kurator pameran Nurhayat Arif Permana bersama Ketua Panitia Yosef Soetrisno, hubungan media Imron Supriyadi dan salah seorang perupa Abdul Aziz yang hadir dalam pertemuan itu, Senin (30/11) menyebutkan bahwa pameran ini mencoba merekam peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah terbentuknya kota Palembang.
“Tema pameran kali ini adalah A Journey to Palembang dimaksudkan untuk merekam jejak para pemimpin dan peristiwa-peristiwa sejarah sejak masa Sriwijaya. Selama kurun waktu tersebut, banyak peristiwa penting yang terjadi, seperti kemenangan besar Dapunta Hyang, pelarian Parameswara, masuknya Laksamana Cheng Ho menumpas perompak dari Cina dan yang terpenting perang sungai pada masa Kesultanan Palembang Darussalam,” ujar Arif.
Semua peristiwa itu akan dipindahkan ke dalam kanvas berbagai ukuran, terbesar 2x4 meter dengan cat minyak (oil on canvas). Para perupa yang terlibat adalah Abdul Aziz, Mardiono, Fajar Agustono, Ramadhan Abdi dan Heru Ardiansyah. Persiapan pameran ini, aku Arif, sudah dimulai sejak empat tahun lalu.
Ketua Panitia Pameran Yosef Soetrisno menambahkan, pameran direncanakan di Hotel The Jayakarta Daira Palembang selama tujuh hari pada minggu kedua Desember 2009. Sampai saat ini panitia sudah menghubungi beberapa pihak agar bisa hadir dan menyaksikan acara ini, termasuk sejumlah Kepala Daerah di Sumsel. Panitia juga sudah melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Eddy Yusuf pada 13 November 2009 lalu.
“Wagub menyambut baik rencana pameran ini, malah beliau menyarankan agar pameran senirupa seperti ini harus sering dilakukan untuk membantu meningkatkan pariwisata di Sumsel. Apalagi Sumsel memiliki even-even penting dimana peran seniman harus ikut andil di dalamnya, “ ujar Yosef.
Pameran ini tambah Yosef bertujuan mengundang dan melihat peran kolektor lukisan dalam peta senirupa di Sumsel. Selama ini ada kesan bahwa di Sumsel tidak ada kolektor lukisan.
“Kami yakin mereka ada, entah itu kolektor murni atau para pejabat yang suka mengoleksi lukisan. Apalagi pada pameran ini, kami menawarkan lukisan-lukisan bernuansa sejarah Palembang, “ ungkap Yosef.
Sementara itu panitia pelaksana berharap agar media-media di Sumsel dapat mendukung penuh jalannya pameran, baik pra, pelaksanaan hingga pasca pameran. Panitia akan menjalin komunikasi intensif kepada rekan-rekan media dalam hal perkembangan pameran. Hal ini penting dilakukan agar publik mengetahui bagaimana proses pameran ini berlangsung.
