SEA Games 2011

Pembagian Kondom Gratis Selama SEA Games XXVI Ditolak

coba

25.10.2011 12:41:09 WIB

SETIAP kali digelar perhelatan olahraga international, biasanya bisnis seks juga meningkat dari sebelumnya. Dengan meningkatnya transaksi seks, dikhawatirkan akan terjadi penyebaran penyakit HIV/AIDS.

Atas dasar itu, sejumlah organisasi berencana membagikan kondom gratis. Namun keinginan tersebut ditolak Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Selatan.

Aksi penolakan HTI Sumsel disampaikan mereka dalam aksi yang digelar hari ini Selasa (25/10/2011), di Gedung DPRD Sumatera Selatan. Mereka membawa spanduk hitam dengan tulisan warna merah dengan tulisan,

“Tolak Liberalisasi Budaya dengan Pembagian Kondom Gratis”, serta puluhan pamflet bertuliskan “Tolak Pembagian Kondom Gratis”. Aksi yang berlangsung dari pukul 10.00-11.00, sebagian besar perempuan. Mereka pun ditemui pimpinan DPRD Sumsel yang diwakili Muhammad Gantada.

“Kami menolak pembagian kondom gratis. Sebab itu sama saja dengan melegalkan kemaksiatan di Palembang,” kata seorang pengunjukrasa.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Palembang akan menyiapkan 200 gerai (outlet) kondom selama diselenggarakan SEA Games (SEAG) XXVI.

"Kami akan menyiapkan outlet kondom di hotel dan tempat hiburan malam, guna memudahkan pengunjung memperoleh benda pelindung saat berhubungan seks tersebut," kata Sekretaris KPA setempat Zailani UD, di Palembang, kepada pers pada pertengahan September 2011 lalu.

Sebelumnya, setahun lalu, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Selatan akan menyebarkan kondom gratis ke tempat-tempat berpotensi dan beresiko terjadinya penularan penyakit AIDS.

”Karena tempat-tempat itu kelompok tempat yang berpotensi dan beresiko terjadinya penyebaran dan penularan AIDS, tapi bukan berarti hotel-hotel atau tempat-tempat itu melakukannya, hanya beresiko terjadi hal yang diinginkan itu,” kata Amirul, Ketua PKBI Sumsel.

Komentar


Berita Terkait