Budaya

Ribuan Warga Tionghoa Rayakan Cap Go Meh di Pulau Kemaro

coba

04.02.2012 23:44:13 WIB

Oleh Dewa Dewi

PULAU Kemaro, yang terletak di tengah Sungai Musi, Palembang, Sabtu (04/02/2012) malam ini bak kapal mengapung yang bersinar. Bagaimana tidak, puluhan ribu warga Tionghoa dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, Jakarta, Lampung, Jambi, Bangka, Singapura, merayakan Cap Go Meh.

Cahaya terang ini selain dari ribuan lampion yang menyala, juga pembakaran kertas nasib yang dilakukan warga Tionghoa yang bersembahyang di Klenteng Hok Tjing Rio serta cahaya lampu lainnya.
“Indah nian. Apalagi hujan tidak turun,” kata Mamad, seorang tukang parkir di Jalan Eks PT Intirub, sambil menunjuk Pulau Kemaro.

Mereka yang datang dan sembahyang di Pulau Kemaro datang silih-berganti. Mereka selain melalui jalan darat, melalui Sei-Lais Palembang, dengan menyeberangi jembatan dari Jalan Eks PT Intirub,
juga menggunakan tongkang dan perahu lainnya.

“Kami setiap tahun sembahyang di sini setiap kali Cap Go Meh,” kata Abing, yang mengaku datang dari Jambi bersama keluarganya.

Seperti biasanya, perayaan Cap Go Meh akan berlangsung selama tiga hari. Selama perayaan ini akan ditampilkan wayang Cina, barongsai, dan bentuk kesenian lainnya.

Selain warga Tionghoa, warga muslim juga banyak yang datang ke Pulau Kemaro. Mereka turut menikmati berbagai acara yang digelar di pulau itu.

“Sejak jaman dulu Pulau Kemaro dan Sungai Musi ini akan dihiasi lampion dan kembang api setiap kali Cap Go Meh. Jadi biasa bae kalau banyak orang yang kita yang datang ke sini,” kata Mamad.

Foto: Sriwijaya Post

Komentar


Berita Terkait