10.12.2011 18:04:33 WIB
Oleh F. Marcelina
Anak-anak muda ini menamakan kelompoknya dengan sebutan Genk Gong Etnik Musik Ensamble. Pada minggu lalu mereka sedang latihan rutin di bestcampnya Jalan Sukabangun II Komplek Griya Mutiara II Blok G.9, Palembang. Anggota yang mayoritas lelaki ini sebagian besar merupakan Mahasiswa Jurusan Kesenian di salah satu universitas swasta di Palembang.
“Gank Gong merupakan kumpulan anak-anak muda yang bermain musik dan mereka adalah salah satu grup musik etnik yang dalam garapannya selalu memadukan unsur musik atau idiom-idiom musik tradisi Sumatera Selatan dengan etnis-etnis lain, seperti Jawa, Bali, Cina, Timur Tengah dan Afrika. Namun tidak menghilangkan ke khasan musik tradisi Sumatera Selatan (Melayu Sumatera Selatan dan Musik Rakyat Irama Batang Hari Sembilan)” terang Fuad Firdaus atau lebih akrab disapa Putut Prabu yang merupakan pelatih sekaligus pendiri grup Gank Gong Musik Ensamble ini.
Grup yang lebih akrab dengan sapaan Genk Gong ini lahir pada tanggal 22 Mei 2009 lalu. Walau di usianya yang masih terbilang muda Genk Gong telah menjadi sebuah kelompok yang patut diperhitungkan di Sumatera Selatan, terbukti dengan even-even serta prestasi yang di raihnya, antara lain;
• Festival Tari Melayu Nusantara (Palembang, September 2009)
• Pentas Kreatifitas Mahasiswa Universitas PGRI dan Universitas Negeri Padang (Palembang, Mei 2010)
• Festival Sastra Tutur Se-Sumatera Selatan (Palembang, Juli 2010)
• Festival Musik antar Sanggar (Palembang, Mei 2010)
• Festival Musik Etnik Se-Sumatera Selatan (Palembang, Juni 2010)
• Festival Tari dan Lagu Ya Saman Se-Sumatera Selatan (Juara I) Palembang, Juni 2011)
• Pentas Musik di Istana Negara dengan tema “Ilustrasi Musik Sumatera Selatan” (Jakarta, Agustus 2011)
• Sumatera Arts and Cultur Festival (Batam, Oktober 2011)
• The Glory of Sriwjaya, (Palembang, November 2011)
• Pentas Musik dan Tari dalam acara Sea Game di Wisma Atlet (Palembang, 14, 18,19 November 2011)
• Pentas Musik dan Tari dalam rangka Penyambutan Wakil Presiden RI di Bandara SMB II (Palembang, 22 November 2011)
• Pentas Musik dan Tari di Griya Agung/Istana Gubernur (Palembang, November 2011)
• Eksibisi dalam Festival Musik dan Tari Danau Ranau Se- Sumatera Selatan (Palembang, November 2011)
Ditanyai mengapa memilih aliran Musik Melayu Sumatra Selatan dan Batang Hari Sembilan, Putut Prabu yang merupakan alumni ISI Yogyakarta Jurusan Etnomusikologi yang juga berpofesi sebagai Dosen Musik pada universitas swasta di Palembang ini mengaku ingin mengangkat kembali jati diri Sumsel yang hampir hilang ditengah aliran-aliran musik dari budaya asing yang saat ini lebih easy listening bagi kalangan anak muda, disamping itu musik batang hari Sembilan adalah aset budaya dan wawasan bagi generasi muda karena banyak mengandung nasehat dan petuah-petuah serta sebagai pewaris tradisi kesenian rakyat yang patut untuk terus dilestarikan agar tetap eksis sampai kapanpun.
Genk Gong juga mengemban misi dalam setiap alunan musiknya untuk menjadikan Aliran Musik Melayu Sumsel dan Batang Hari Sembilan sebagai tren musik anak muda di Sumsel.
