17.04.2010 20:47:21 WIB
Oleh JONI OPUS
PT. MEDCO EP INDONESIA, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan di Kabupaten Muaraenim, Sumatra Selatan, menggelar acara Education Hulu Migas Media Massa Lokal Muaraenim., Sabtu (17/04/2010) di Hotel Griya Serasan Muaraenim. Program yang dikhususkan pada Anggota Komunitas Journalis Muaraenim (KJM) ini, diikuti sekitar 30 wartawan dari media cetak maupun media elektrtronik.
Manager Operatsional PT.Medcco Lematang Asep Gunawan menjelaskan, industri Migas sangat kompleks dan mempunyai kontribusi besar untuk masyarakat Kabupaten Muaraenim, dan diharapkan kepada insan pers dapat memberikan informasi yang benar benar akurat terhadap masyarakat, sehingga masyarakat luas dapat menambah pengetahuan dibidang migas.
Manager Support Blok South Sumatra Extension (SSE) yakni blok lematang, blok limau dan blok SSE, yakni M. Wilman Mediarta, mengatakan Industri Migas penuh dengan resiko, untuk itu perlu pembekalan terhadap pekerja dilingkungannya baik tehnis maupun non tehnis. “salah satu penyumbang kecelakan kerja yang paling besar dalam industri tambang adalah kenderaan. Sehingga kenderaan benar benar kita perhatikan seperti sefty dan lain lain” Ungkapnya
Sementara, Hariadi sebagai nara sumber yang yang memberikan pendidikan kilat tentang migas menjelaskan, belum ada bahan yang bisa bermafaat bagi manusia selain minyak yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari hari hari, repotnya kata dia, kebutuhan minyak bumi terus naik namun keberaaan minyak bumi terus berkurang. Untuk itu perlu dilakukan eksplorasi (mencari), dan dipacu untuk menggunakan energi alternatif.
Proses alami sehingga bisa terbentuknya minyak bui perlu jutaan tahun, padahal kita meghabiskannya hanya berapa abad saja. Kegiatan Hulu Migas dibagi dua yakni ekplorasi dan eksploitasi. Ekplorasi usaha untuk mendapatkan, eksploitasi adalah memproduksi sebanyak-banyaknya.
Hariadi juga mengatakan keberadaan minyak didalam bumi ini perlu dilakukan kegiatan eksplorasi yakni survei seismik, untuk menetukan titik pengeboran dan membuktikan minyak ada atau tidak didalam bumi.
“Penetapan SDM diharuskan sudah terverifikasi. Jika pengeboran gagal maka resiko sangat besar dan perusahaan akan rugi, karena dalam pengelolaan Migas resiko yang akan dihadapi sangat besar dan menggunakan biaya dan tekhnologi yang sangat tinggi.
Asosiate Manager External relations & Communications Medco Holding Taufik Raharjo mengungkapkan Medco terbagi dua yakni energi dan non energi. Energi adalah Oil & Gas, power, downtream dan global. Non energi, food, agrobisnis, finansila, hotel, properti, sebelumnya Cikal Bakal Medco adalah PT STANVAC (PTSI) kemudian diambil alih oleh PT Ekspan yang saat ini adalah PT. Medco EP
Sementara Bupati Muaraenim, Ir Mzakir Sai Sohar, mengatakan, Untuk yang pertama kali PT Medco memberikan pendidikan di bidang Migas terhadap insan Pers yang bertugas di Kabupaten Muara Enim, di harapkan dapat memberikan pengetahuaan secara komprehensif, sehingga kedepan dalam pembuatna berita atau laporan tidak melenceng dan benar-benar tepat.
“Pembekalan di bidang Migas ini, bisa menambah wawasan, untuk itu tugas pers sangat tepat untuk memberikan pengetahuan tentang gas kepada masyarakat termasuk operational migas sehingga tidak setengah-setengah pengetahuan di bidang Migas. manfaatkanlah waktu ini dengan sebaik mungkin, dan di harap kepada perusahaan yang bergerak di bidang migas dapat melakukan hasl yang sama sehingga para wartawan dapat memberikan berita yang mungkin di butuhkan oleh masyarakat kabupaten Muaraenim,” katanya.
