22.03.2010 15:08:58 WIB
Oleh RINIZAH, JONI OPUS
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Palembang berjalan dengan lancar. Hari pertama, Senin (22/03/2010) mata pelajaran yang diuji Bahasa Indonesia dan Biologi untuk jurusan IPA, dan Sosiologi untuk jurusan IPS. Sedangkan siswa SMK hanya mengikuti Bahasa Indonesia. Aparat polisi turut mengamankan UN di sekolah-sekolah.
Beberapa sekolah yang dipantau seperti SMA Negeri 5, SMA Negeri 6, SMA Xaverius 2, SMA Negeri Plus 17, dan SMK Swa Karya berjalan lancar. Sebelum membagikan soal ujian, pengawas ujian terlebih dahulu membacakan tata tertib ujian dan menunjukkan soal ujian yang masih dalam keadaan tersegel. Selain itu, selama proses ujian beberapa anggota kepolisian dari Polsek dan Poltabes dengan berpakaian dinas, safari dan preman ikut mengamankan UN.
Sementara di Muaraenim, Bupati Muaraenim Muzakir Sai Sohar bersama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Muaraenim, meninjau beberapa SMK yang melaksanakan ujian nasional.
Kepada pers, Muzakir meminta agar semua pihak melakukan pengawasan dengan ketat pelaksanaan UN di Muaraenim. Dan sedini mungkin melaporkan, berbagai indikasi kecurangan atau dugaan kebocoran soal yang mungkin saja terjadi.
“Saya sudah perintahkan, agar dilakukan pengawasan seketat mungkin. Dan kalau bocor maka sekolah dan murid yang bersangkutan kita beri sanksi,”kata Muzakir.
Dia mengatakan, dari beberapa sekolah yang ditinjau pelaksanaan UN cukup tertib. Dan di harapkan Muaraenim mampu mencapai prestasi dan nilai tertinggi dari ujian nasional, hingga kwalitas pendidikan dapat terus di tingkatkan. Mengenai beberapa sekolah, yang tidak memiliki perlengkapan meja dan kursi karena beberapa waktu lalu terkena bencana banjir, Muzakir mengatakan, pihaknya telah mengatasi persoalan tersebut.
“Hingga pelaksanaan Ujian Nasional di Muaraenim dapat berjalan sesuai jadwal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Muaraenim, Tjik Din M Noer mengatakan, sebanyak 24 SMA Negeri dan 15 SMA Swasta, 1 MA Negeri, dan 13 MA Swasta, mengikuti UN.
“Jadi totalnya sebanyak 53 SMA/MA negeri dan swasta yang menggelar UN di Muaraenim,”ungkap Tjik Din.
