Batanghari

5 Desa Di Muaraenim Bakal Dimekarkan

coba

30.03.2010 20:37:20 WIB

Oleh JONI OPUS

SEBANYAK lima desa di Kabupaten Muaraenim, Sumatra Selatan, masuk dalam program pemekaran desa. Pemekaran itu kini tinggal menunggu peraturan daerah (perda) yang kini masih dibahas oleh DPRD Muaraenim.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemerintahan Desa (Pemdes) Kabupaten Muaraenim, Suman Rasyid kepada wartawan, Selasa (30/03/2010). Menurut dia, hingga kini DPRD Muaraenim tengah menggodok rancangan peraturan daerah tentang pemekaran lima desa, yakni desa Pengabuan Barat Kecamatan Rambang, Desa Pengabuan Timur Kecamatan Abab, Desa Simpang Tanung, Kecamatan Gunung Megang, Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Rambang Dangku, dan Desa Raja Barat Kecamatan Tanahabang.

“Jadi lima desa ini dimekarkan, karena penduduknya sudah terlalu padat. Dan diharapkan dengan pemekaran ini desa-desa baru tersebut dapat lebih maju,” kata Suman.

Dia menjelaskan, saat ini Kabupaten Muaraenim memiliki sebanyak 321 desa, jadi dengan bertambahnya lima desa baru maka jumlah desa menjadi 326 desa. Dengan rincian, 310 desa dan 16 kelurahan.

Adapun syarat pembentukan desa yakni, memiliki lahan minimal seluas 200 hekatare persegi, memiliki penduduk minimal 200 kepala keluarga atau 1000 orang. Namun, beberapa desa di Muaraenim memiliki kawasan yang sangat luas, tetapi penduduknya tidak terlalu banyak. Diharapkan dengan pemekaran maka terjadi perluasan kawasan tinggal penduduk.

Sementara anggota DPRD Muaraenim, Muchtar Djayadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang pemekaran desa. Dalam raperda tersebut, DPRD tengah membahas dan menggodok tentang usulan pemekaran lima desa di Muara Enim.

“Kami tengah menggodoknya, dan jika telah di sahkan maka lima desa itu dapat diresmikan sebagai desa baru,” katanya.

Pemekaran desa, jelas Muchtar, sejauh ini dapat dilaksanakan dengan landasan perundang-undangan NO.32 tahun 2004 tentang pemerintahan desa. Dan dengan pemekaran pula, diharapkan terjadi pemerataan penduduk di Muaraenim.

Komentar


Berita Terkait