27.04.2011 17:49:40 WIB
Oleh Putra Kurusetra
INFORMASI mengenai korban jiwa yang terkena peluru tajam, disampaikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel. Berdasarkan investigasi lembaga tersebut, korban yang bernama Indra Syafei (19), lehernya digorok dan nyaris putus serta luka tembak sebanyak tiga tempat.
Berikut kronologis yang dikeluarkan Walhi Sumsel, Rabu (27/04/2011):
Pada tanggal 17 April 2011, PT SWA memberitahukan pada 18 April 2011, perusahaan mengajak ketemu di lahan sengketa untuk penyelesaian sengketa. Masyarakat merasa gembira atas kabar tersebut.
Pada 18, 19, 20 April 2011 masyarakat datang kelokasi yang dijanjikan dan menunggu, ternyata pihak perusahaan tidak ada yang datang.
Pada hari Kamis, 21 April 2011, masyarakat kembali datang kelokasi lahan. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 11.00 WIB masyarakat mendengar suara tembakan yang tidak jauh dari lokasi tempat masyarakat menunggu.
Setelah dilihat ternyata warga mendapati satu orang warganya tewas dibunuh dengan leher di gorok dan nyaris putus serta luka tembak sebanyak tiga liang bernama Indra Syafei (19). Sekitar 30 meter dari Indra Syafei, warga juga mendapati warganya bernama Saktu (20) terkapar bersimbah darah dengan telinga, bahu dibacok dan sebilah pisau belati masih menancap di pundaknya.
Pada saat ditemukan, Saktu masih bernapas dan masih bisa bicara, almarhum menyampaikan kepada warganya “jangan tinggalkan aku, tolong aku, aku dikeroyok oleh satpam dan petugas”. Tidak lama kemudian, dalam perjalanan Saktu menghembuskan napas terakhirnya.
Dalam perjalanan evakuasi jenazah Indara Syafei dan Saktu, warga yang panik bertemu dengan puluhan satpam dengan seragam scurity dan “preman” yang tidak jauh dari base cam perusahaan. Maka secara spontan terjadilah bentrok dengan satpam dan preman tersebut. Bentrokan ini kemudian menyebabkan 5 orang dari perusahaan tewas.
