16.11.2009 20:12:40 WIB
Oleh FLORENCIA MARCELINA RAMADHONA
SETELAH melalui berbagai pembahasan untuk melakukan percepatan pembangunan proyek pelabuhan samudera Tanjung Api-Api (TAA), kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Pemerintah Sumsel akhirnya menemukan solusi cerdas untuk melakukan percepatan pembangunannya.
Yakni dengan cara membaginya menjadi beberapa paket kecil. Diharapkan dengan pembagian ini, seluruh proyek dapat lebih mudah dikerjakan dan investor tidak merasa berat untuk menanamkan modalnya.
”Paket TAA kita bagi menjadi paket jalan keretaapi, paket pelabuhan dan paket kawasan Industri,” kata Alex Noerdin, Gubernur Sumsel, seusai melakukan rapat pembahasan percepatan pelabuhan TAA di ruang rapat Gubernur Sumsel, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang, Senin (16/11/2009).
Mengapa mesti dilakukan pembagian per paket? Menurut Alex Noerdin, selama ini proyek TAA yang mencakup pembangunan rel keretapai dan jalan mobil, pembangunan kawasan industri, dan pembangunan pelabuhan dirasa terlalu berat untuk menarik investor karena tergabung dalam satu paket.
Maka dari itu, dengan dibaginya menjadi paket-paket kecil diharapkan investor lebih tertarik dan mudah untuk dapat langsung mengerjakannya.
”Selama ini proyek TAA terlalu berat untuk dijalankan karena satu paket. Kalau dibagi-bagi maka akan lebih mudah dilakukan dan percepatan dapat segera dilaksanakan,” katanya.
Nantinya, diharapkan ada investor-investor khusus yang akan menangani paket-paket ini. Dan untuk paket pembangunan jalan bisa saja digunakan jalan keretapi, jalan mobil, dan sistem kanal (jalan sungai).
Alex Noerdin menegaskan, semua opsi yang ada sangat realistis, namun ada opsi yang dapat dengan cepat dilaksanakan dan ada opsi yang lambat untuk dikerjakan. ”Nah, kita inginkan percepatan, makanya kita gunakan opsi yang paling cepat,” kata Alex Noerdin.
Apa kendala yang dihadapi pemerintah Sumsel selama ini? “Selama ini kendala yang dihadapi adalah lahan 600 hektare yang akan digunakan merupakan hutan lindung dan prosesnya segera diteruskan. Sementara itu ada lagi lahan yang luasnya 6.000 hektare yang masih harus dilakukan. Dan opsi lainnya adalah melakukan reklamasi terhadap kawasan TAA,” jelasnya
Lebih lanjut dikatakannya, dengan pembagian paket ini diharapkan kawasan pelabuhan dan kawasan industri lebih cepat terlaksana pembangunannya. Sementara untuk jalan mobil saat ini sudah hampir rampung walaupun ada beberapa yang mesti dilakukan pembangunan.
”Kalau tidak meleset pembangunan TAA akan rampung sesuai waktu yang direncanakan. Dan kalau opsi ini kita gunakan maka yang paling cepat terlaksana adalah kawasan pelabuhan dan kawasan industri,” katanya.
