09.05.2011 18:33:29 WIB
Oleh Putra Kurusetra
BENTROKAN berdarah yang terjadi di Desa Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, sebagai dampak dari sengketa lahan antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan beberapa waktu lalu, sepertinya menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah Sumatra Selatan.
Kini mereka mendata dan mencoba mengatasi berbagai persoalan sengketa lahan di 15 kabupaten dan kota di Sumsel, sehingga bentrokan berdarah di Sodong tidak terulang lagi.
“Kasus di Desa Sodong diharapkan tidak akan terjadi lagi di Sumsel. Karenanya, kita fokus pada penyelesaian kasus pertanahan,” kata Asisten I Setdaprov Sumsel Mukti Sulaiman, kepada pers, di kantornya, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang, Senin (09/05/2011).
Jika sengketa tersebut terkait langsung dengan izin lokasi yang diterbitkan bupati atau walikota, maka pemerintah Sumsel akan mendesak agar segera diselesaikan. Namun jika HGU dikeluarkan pemerintah Sumsel maka sudah menjadi kewenangan pemerintah Sumsel untuk menuntaskannya.
“Kasus-kasus pertanahan sedang kita inventaris sehingga tidak terjadi pertikaian atau konflik baru soal rebutan lahan perkebunan,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, bentrokan antara warga dengan karyawan perusahaan di Desa Sodong, OKI, menyebabkan tujuh orang tewas. Kasus tewasnya dua warga dan tujuh karyawan itu sendiri saat ini tengah diselesaikan kepolisian, sementara kasus lahannya tengah terus dimediasi pemerintah OKI.
Foto (Ilustrasi): diofiliandro.blogspot.com
