SEA Games 2011

Sulit Sriwijaya FC Tanpa Anggaran Negara

coba

11.02.2011 19:32:33 WIB

SEJUMLAH pihak yang ingin agar Sriwijaya FC tidak lagi menggunakan anggaran negara atau APBD dinilai Ketua KONI Sumatra Selatan Muddai Madang merupakan sesuatu yang sangat sulit diwujudkan.

“Tidaklah mungkin mengelola Sriwijaya FC tanpa menggunakan anggaran negara. Dibantu negara saja, Sriwijaya FC masih harus mencari lagi dengan susah payah,” kata Muddai kepada pers, Sabtu (11/02/2011) malam.

Menurut dia, Sriwijaya FC saat ini membutuhkan anggaran minimal sebesar Rp37 miliar per tahun. Sebesar Rp20 miliar mendapat dukungan dana negara melalui KONI Sumsel. Sementara sekitar Rp7 miliar dari dukungan dana BUMN dan BUMD di Sumatra Selatan. “Baru sisanya didapatkan dari sponsor dan tiket,” ujar Muddai.

Dijelaskan Muddai, anggaran sebesar Rp20 miliar itu cukuplah logis buat memberikan rasa senang, kebanggaan, serta persatuan dari masyarakat Sumatra Selatan melalui Sriwijaya FC. “Coba kalau tidak ada Sriwijaya FC, pasti masyarakat Sumatra Selatan tidak akan menyetujuinya,” kata Muddai.

Bila pemasukan hanya mengandalkan dari tiket penonton itu cukuplah sulit. “Wong Sumsel itu cukup sulit membeli tiket seharga Rp100 ribu,” katanya. “Hal yang mungkin BUMN dan BUMD yang untung triliun rupiah itu meningkatkan dukungan dana buat Sriwijaya FC, baru kita bebas dari dana negara,” ujarnya.

“Saya siap berdebat dengan pihak yang yakin dapat menghidupkan Sriwijaya FC tanpa menggunakan anggaran negara,” tantang Muddai.

Namun Muddai setuju dan mendukung kalau masyarakat menginginkan soal laporan keuangan Sriwijaya FC secara transparan. “Kita akan menjelaskan secara menyeluruh penggunaan anggaran Sriwijaya FC. Itu memang sangat penting. Saya sangat mendukung,” ujarnya.

Komentar


Berita Terkait