22.05.2010 19:14:04 WIB
Oleh ELI CLIFTON
WASHINGTON (IPS) – SENAT Amerika Serikat bergerak maju dengan rancangan anggaran sebesar 59 milyar dolar, dari 33,5 milyar dolar yang akan dialokasikan, untuk perang di Afganistan.
Tapi sejumlah pengamat di Washington khawatir perang itu mungkin tak bisa dimenangkan dan dana operasi militer di Afganistan bisa digunakan dengan lebih baik.??
“Kita membuat kesalahan yang sama seperti Soviet di Afganistan pada 1979-1989. Mereka pergi dengan kekalahan karena tujuan mereka tak tercapai,” ujar Michael Intriligator, seorang senior fellow di Milken Institute, pada Senen lalu dalam sebuah konferensi setengah hari yang diselenggarakan New America Foundation dan Economic for Peace and Security.
“Saya rasa kami akan mengulanginya dan jadi sejarah yang kita kutuk,” ujarnya.
Intriligator juga mengatakan, biaya nyata dan jangka panjang dari perang di Afghanistan mungkin melebihi rancangan anggaran itu.
Ekonom peraih Nobel Joseph Stiglitz dan professor Harvard Linda Bilmes memperkirakan biaya jangka panjang dari perang di Iraq–dengan memperhitungkan biaya perawatan tentara yang terluka dan membangun kembali (kekuatan) militer– pada akhirnya akan menghabiskan tiga trilyun dolar. ??
Intriligator mengatakan, kalkulasi yang sama untuk biaya perang di Afganistan akan mencapai sebesar 1,5 - 2,0 trilyun dolar.?
“Kenapa kita menghabiskan uang di Afganistan untuk memperjuangkan perang yang kalah dan mengikuti jejak Soviet ketimbang menggunakannya untuk masyarakat lokal (kami)?” ujarnya.??
Senat berada di bawah tekanan untuk menyetujui rancangan anggaran itu sebelum reses Memorial Day pada akhir bulan. ??
Pada Kamis lalu, Senate Appropiations Committee menyetujui anggaran sebesar 59 milyar dolar yang disusun oleh Ketua Komite Daniel Inouye dan Senator Thad Cochran. ??
Mendapat persetujuan Senate Appropriations Committee mungkin jadi bagian mudah di tengah desakan untuk meletakkan rancangan itu ke meja Obama pada akhir bulan.
Juru bicara Parlemen Nancy Pelosi sudah mengindikasikan bahwa rancangan anggaran itu akan menghadapi oposisi lebih instens di Parlemen karena anggota Kongres dari Demokrat diperkirakan akan melakukan penolakan terhadap pendanaan 30.000 tentara di Afghanistan oleh Obama.
Para pengamat pada acara itu menyuarakan keprihatinan mereka atas biaya fisik dari perang itu dan imbal-balik dari anggaran yang dikeluarkan dalam perang berkepanjangan melawan pemberontak Taliban.
“RUU tentang iklim, dengan semua kekurangannya, jika ia bisa lolos, mungkin membutuhkan sejumlah dana untuk menjaga momentum pembangunan ekonomi hijau. Tapi bisa melakukan penghematan dari penarikan Afganistan,” ujar Miriam Pemberton, peneliti dari Institute of Policy Studies.
Intriligator menekankan biaya manusia dalam memperjuangkan kampanye kontrapemberontak bukan hanya untuk tentara Amerika tapi juga warga sipil Afganistan.
“Kita tak bisa membedakan pemberontak atau Taliban dengan penduduk (sipil) sehingga kita membunuh banyak warga sipil tak berdosa,” kata dia.??
Sejumlah event penting minggu ini dan desakan pemerintahan Obama untuk memperoleh dukungan dari Kongres agar menyetujui anggaran tambahan bertepatan dengan kedatangan Presiden Afganistan Hamid Karzai akhir minggu. Selama empat hari Karzai melakukan pertemuan dengan Obama dan anggota-anggota kabinet, juga anggota parlemen di Capitol Hill. ??
Perjalanan Karzai ke Washington dan sambutan hangat yang diberikan kepadanya oleh Gedung Putih dan anggota Parlemen tampaknya menjadi bagian dari kampanye kehumasan untuk membangun dukungan di Washington bagi pemerintahan Karzai dan tentara Obama. ?
Kunjungan Karzai dilakukan ketika jajak pendapat menunjukkan dukungan Amerika Serikat terhadap perang di Afganistan dan dukungan dari sekutu NATO menurun.
Pada awal April, berita memuat ancaman Karzai, dalam sebuah pertemuan tertutup, untuk keluar dari politik dan bergabung dengan Taliban. ??
Seorang pejabat senior pemerintahan Obama menjawab bahwa Karzai mungkin menjadi contoh “ekspor terbesar di Afganistan” –sebuah referensi untuk pengolahan opium yang tersebar luas di Afganistan??
Kampanye publisitas itu menghadapi pertempuran sulit bulan ini. Tapi pemerintah sudah memperoleh banyak keuntungan dengan menampilkan wajah baik dalam hubungan Amerika Serikat dengan Karzai.
Selain itu, Gedung Putih akan membutuhkan kerjasama Karzai jika mendapat dukungan Kongres untuk meloloskan rancangan anggaran itu dan perlu bantuan Karzai jika Obama ingin mencapai tujuannya untuk mulai menarik tentara Amerika pada pertengahan 2011.
Perjalanan Karzai tampaknya membuat sejumlah kemajuan, yang ditunjukkan dengan hubungan yang “terpasang kembali” antara Gedung Putih Obama dan pemerintahan Karzai. Tapi sejumlah suara di Washington tetap khawatir apakah Amerika Serikat bisa menang di Afghanistan pada pertengahan 2011 atau kapan pun di masa mendatang. ??
“Takutnya jika kita menarik (pasukan) dari Afganistan, akan terjadi perang saudara dan kekuatan besar dari luar akan ambil bagian. Apakah itu lebih buruk ketimbang kehilangan tentara Amerika setiap hari? Terjadi perang saudara. Kekuatan besar di wilayah itu akan melibatkan diri. Mengapa tidak? Itu tetangga mereka. Itu perbatasan mereka,” kata Michael Lind, direktur kebijakan Program Pertumbuhan Ekonomi di New America Foundation, pada konferensi Senin lalu.*
Translated by Basilius Triharyanto
Edited by Budi Setiyono
Naskah ini diterbitkan atas kerjasama IPS dan Yayasan Pantau
Foto: www.socialistunity.com
