28.10.2011 00:03:49 WIB
Amuk warga Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Barat tidak tertahan lagi. Pasalnya, Kamis (27/10/2011) sekitar pukul 16.00, seorang warga bernama Gina Ariani (27) tewas akibat menabrak bagian belakang truk batubara.
Mereka melempari setiap truk batubara yang melintas. Aksi warga terus berlanjut, meskipun puluhan anggota Polsek Merapi Barat yang di-back up anggota Polres Lahat tiba di lokasi kejadian untuk mengamankan situasi.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, aksi anarkis warga terhadap truk batubara berawal dari tewasnya warga Desa Sirih Pulau bernama Gina Ariani. Sepeda motor Yamaha Mio BG 2197 EC yang dikendarainya, menabrak bagian belakang truk batubara yang berhenti mendadak saat melintas beriringan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Akibatnya bagian kepalanya mengalami cedera parah karena mengantam bemper belakang truk. Nyawa Gina tak tertolong.
Dalam waktu singkat, berita tewasnya Gina langsung menyebar ke seluruh warga Sirih Pulau. Mereka pun langsung emosi, karena kejadian kecelakaan yang menewaskan warga desa sudah sering terjadi. Terakhir warga bernama Nurman, juga harus meregang nyawa akibat ditabrak dumtruk angkutan batubara. Bahkan peristiwa tersebut masih membekas diingatan warga, karena belum genap 40 hari.
Tanpa dikomando, puluhan warga Desa Sirah Pulau berhamburan keluar rumah berjejer di tepi Jalinsum. Mereka langsung memblokir jalan, dan menghentikan seluruh angkutan batubara yang hendak melintas. Namun beberapa sopir dumtruk enggan menuruti perintah tersebut, hingga warga spontan melemparinya dengan batu yang banyak berserakan di tepi jalan.
Lebih dari 20 truk angkutan batubara yang menjadi sasaran warga. Baik yang datang dari arah Muaraenim, maupun sebaliknya. Bahkan ada sebuah truk yang terperosok ke dalam parit, akibat ditabrak kendaraan lain dari belakang karena menghindari aksi anarkis warga. Kendaraan operasional perusaaan tambang batubara pun tidak luput dari amukan warga.
Bahkan anggota Polsek Merapi Barat yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Alfian Nasution pun, tak mampu menghalau emosi warga.
Puluhan anggota polisi yang datang dengan membawa senjata laras panjang pun, tidak dipedulikan warga. Mereka terus melempar kendaraan yang melintas, sambil mengeluarkan kata-kata kasar. Bahkan sebuah mobil Mitsubishi Ranger berwarna Biru BG 9660 AD dihujani batu hingga kaca bagian belakang pecah, sementara bagian depan retak. Beruntung sopir yang berada di dalamnya tidak mengalami cedera berarti.
Saat aksi tersebut sedang berlangsung, rupanya warga mengetahui kehadiran Sripo dan seorang wartawan televisi nasional di sana. Dengan nada mengancam mereka meminta segera pergi, dan tidak usah mengambil foto. Suasana mulai reda setelah satu peleton anggota Polres Lahat yang dipimpin Wakapolres Kompol Adi Ferdian Saputra, datang ke lokasi kejadian.
“Tidak usah ambil foto sama gambar. Wartawan lebih baik pargi saja,” bentak seorang warga.
Menurut seorang warga bernama Basri (39), amarah warga sudah tidak tertahankan. Karena sudah sering terjadi kecelakaan yang disebabkan truk pengangkut batubara, dan korbannya berasal dari Desa Sirah Pulau. Sehingga saat terdengar kembali ada warga yang tewas karena menghantam truk batubara, seluruh warga langsung emosi. Mereka menganggap angkutan batubara sudah seperti mesin pembunuh saja, hingga aparat terkait harus mengambil tindakan.
“Beberapa orang warga desa Sirah Pulau, sudah menjadi korban. Angkutan batubara sudah seperti mesin pembunuh yang mengintai setiap melintas di Jalinsum,” ujar Denali.
Sementara Kapolres Lahat AKBP Benny Subandi melalui Wakapolres Kompol Adi Ferdian didampingi Kasat Reskrim AKP Syahril menjelaskan, pihaknya langsung menerjunkan anggota Samapta untuk mem-back up anggota Polsek Merapi Barat, setelah mendapat informasi aksi yang dilakukan warga Sirah Pulau. Hingga malam hari anggotanya masih tetap siaga di Jalinsum, untuk mengantisipasi aksi serupa terjadi. Ia berharap masyarakat tidak terpancing provokasi, dan tetap bersikap tenang.
“Anggota masih bersiaga, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.” ujar Kompol Adi Ferdian.
