Batanghari

Lumbung Migas & Batubara, Masih Banyak Belum Nikmati Listrik

coba

13.05.2010 00:43:19 WIB

MUARAENIM merupakan salah satu kabupaten penghasil batubara dan migas terbesar di Sumatra Selatan. Namun, ironinya 18 dari 321 desa di daerah itu belum menikmati aliran listrik. Pemerintah Muaraenim sendiri terus menganggarkan dana dari APBD Muaraenim untuk penambahan jaringan listrik.

Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Muaraenim, Bambang Widodo yang didampingi oleh Kabid Energi dan Listrik Dinas Pertambangan Kabupaten Muaraenim, Yota Arga, Rabu (13/5/2010) kemarin, seperti dikutip Sriwijaya Post, dari data yang ada memang ada sekitar 18 desa lagi di Muaraenim yang belum menikmati aliran listrik tersebut.

Pihaknya setiap tahun terus mengupayakan penambahan jaringan listrik tersebut melalui dana APBD Muaraenim. Namun karena dananya terbatas tentu akan dilakukan secara bertahap sehingga nantinya kedepan tidak ada lagi desa di wilayah Kabupaten Muaraenim yang tidak menikmati listrik PLN.

Untuk persentase, kata Bambang, masyarakat yang telah menikmati listrik sebanyak 92,83 persen. Hal tersebut tentu cukup menggembirakan dalam lima tahun terakhir terhadap pelayanan listrik di kabupaten Muaraenim.

Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan pemasangan jaringan listrik di tujuh lokasi, yakni di Desa Bangun Sari Kecamatan Gunung Megang, Desa Suban Jeriji kecamatan Rambang Dangku, Desa Air keruh Kecamatan Rambang, Desa Sungai Langan Kecamatan Penukal, Desa Budi Karya Kecamatan Ujan Mas dan SMAN 1 Tempirai Kecamatan Penukal Utara. Pembangunan tersebut seperti jaringan tegangan menengah, jaringan tegangan rendah, tiang dan sebagainya.

Sementara itu Bupati Muaraenim, Muzakir Sai Sohar, mengatakan pihaknya akan mengupayakan pasokan listrik ke desa-desa dengan cara mengundang investor yang ingin menanamkan modalnya dalam bidang kelistrikan khususnya pembangkit tenaga listrik hingga mencukupi defisit daya. Mudah-mudahan beberapa tahun kedepan semua Desa di Kabupaten Muaraenim sudah menikmati listriknya.

Saat ini sudah menjadi rahasia umum, kendala yang dihadapi oleh PLN yakni kekurangan daya listrik dan ketidakmampuan dalam membangun jaringan kelistrikan terutama di pedesaan. Apalagi saat ini masih defisit energi.

“Tentu percuma saja jika jaringan PLN sudah terpasang, namun listrik tersebut belum dapat mengalir ke desa-desa di Muaraenim,” ujarnya.

Komentar


Berita Terkait