Batanghari

Janda Kades Dipukul Kades

coba

23.04.2010 11:48:29 WIB

Oleh JONI OPUS

DIDUGA dipicu rasa dendam, seorang kepala desa yakni Juli Hari Agung, memukul Neri alias Neneng (50), janda seorang kades. Meski sempat adu fisik, Neri mengalami babak belur dan sang kades mengalami luka cakaran.

Peristiwa itu sebetulnya terjadi Kamis (22/04/2010) kemarin sekitar pukul 08.30 WIB di jalan desa Penandingan, Sungai Rotan, Muaraenim, Sumsel. Akibatnya Neri babak belur dan Kades menderita luka cakar sehingga keduanya sama-sama mengadu ke Mapolsek Sungai Rotan, Muaraenim.

Dihadapan wartawan, Neri didampingi keluarganya mengatakan, saat kejadian dirinya berjalan kaki dan secara tidak sengaja berpapasan dengan Kades Penandingan, Juli Hari Agung. Ketika bertemu, tiba-tiba ia ditegur oleh Kades dengan kasar.

“Dia bilang, nanti tubuh kau kubantingkan. Dan saya jawab dengan ucapan yang kasar pula. Hingga akhirnya dia mendatangi saya dan memukuli wajah saya,” kata Neri.

Setelah mendengar kata-kata kasar dari Neli, tanpa basa-basi, Kades langsung menghentikan kendaraannya dan memukul wajah Neri. Karena tidak mau menjadi bulan-bulanan Kades, Neri, berupaya melakukan perlawanan dan mempertahankan diri semampunya.

“Saya juga melawan sambil menghindari wajah saya yang dipukulinya. Dan saya menjambang sembarangan, saya tidak tahu kalau wajahnya juga kena cakaran saya,” katanya.

Karena kalah tanaga, otomatis wajah Neri babak belur sehingga membuatnya bibirnya pecah, jari tangan luka dan muka luka lebam. Tidak terima dengan perlakuan Kades tersebut, ia pun langsung mengadukannya ke Mapolsek Sungai Rotan dan melakukan visum di Puskesmas Sungai Rotan. Namun ketika ia mengadu ke Mapolsek Sungai Rotan, ternyata sang Kades sudah terlebih dahulu melaporkan dirinya dengan tuduhan telah mencakar dirinya dan mengucapkan kata-kata yang menyakitkan hatinya,

“Rupanya, dia itu sudah duluan melapor ke Polsek setempat,” ungkap Neri yang merupakan istri almarhum Sudirman, mantan Kades Penandingan yang baru meninggal sekitar empat bulan yang lalu.

Dia menyatakan, akan menempuh jalur hokum baik melalui kepolisian maupun kedinasan di Pemkab Muaraenim.

Sementara itu Kades Penandingan, Juli Hari Agung, ketika dihubungi melalui HP-nya berkali-kali namun tidak pernah diangkat. Padahal dari nada yang didengar HP-nya aktif.

Ketika dikonfirmasi ke Kapolsek Sungai Rotan AKP Sumarta, membenarkan adanya pengaduan tersebut. Namun dalam masalah ini, keduanya sama-sama mengadu (split). Dimana untuk Kades Penandingan, Juli Hari Agung, lebih dulu mengadu karena merasa ia dicakar. Kemudian tidak lama kemudian disusul oleh Neri alias Neneng dengan kasus pemukulan. Saat ini, keduanya sudah dalam proses penyelidikan dan masih menunggu hasil visum keduanya. Ada pun penyebabnya diduga akibat dendam.

Ilustrasi: serikatperempuan.wordpress.com

Komentar


Berita Terkait