Lingkungan Hidup

Sungai Musi Disumbang Sedimentasi 50 Ton per Hari

coba

21.05.2010 23:20:21 WIB

Sedimentasi yang melanda Sungai Musi kini mencapai 50 Ton per hari. Hal itu diakibatkan kerusakan hutan yang terdapat di pinggiran Sungai Musi yang dieksploitasi dan hutan lindung yang dikonservasi menjadi lahan produksi.

Demikian disampaikan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat penanaman sejuta pohon di depan Kantor Rumah Ruislag Lapas Sekayu, kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, Jumat (21/05/2010).

Zulkifli merinci, hasil pengamatan dalam kunjungannya di Kabupaten Muba dan sekitarnya, terlihat sungai memiliki kandungan air yang bercampur lumpur. Dengan demikian diharapkan kepedulian pemerintah dan perusahaan dengan mengajak masyarakat menanam ribuan pohon untuk menyelamatkan bumi dari bencana.

"Pantauan saya lingkungan hijau masih kurang terutama di pinggiran sungai. Diharapkan kepada pemerintah dan masyarakat bersama-sama menghijaukan lahan dengan menanam sejuta pohon," kata Zulkifli.

Zulkifli merinci di Indonesia, kawasan Sumatera yang paling kritis mengalami kerusakan sehingga diperlukan restorasi kekayaan alam dan kawasan hutan.

Zulkifli mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Kehutanan sudah menyiapkan 500 ribu Ha untuk dijadikan hutan rakyat.

Sementara Bupati Muba H Pahri Azhari mengatakan, pemerintah Muba akan tetap konsisten menjaga pelestarian hutan yang sekarang ini mengalami penggundulan.

"Pemkab Muba sudah mencanangkan sejuta tanaman dan akan mensosialisasikan kepada masyarakat Muba guna bekerjasama melakukan penghijauan hutan," kata Pahri.

Komentar

15.06.2010 10:56:56 WIB | Erliza Yuniarti :

Pemangunan berwawasan lingkungan kenapa ngak juga diterapkan.. pengrusakan hutan, pemekaran wilayah... betul2 seenaknya saja, kita butuh air... tapi air secepat mungkin disalurkan ke sungai, butuh kebun kok nanamnya hanya 1 macem, tanah juga butuh hal bervariasi bukan hanya vegetasi



Berita Terkait