05.09.2011 16:50:58 WIB
Oleh Putra Kurusetra
DIDUGA akibat terinjak atau mengalami dehidrasi, seorang pengunjukrasa dari Aliansi Partai Politik Pasangan Calon Pendukung Bupati dan Wakil Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza-Islan Hanura, meninggal dunia.
Pengunjukrasa yang meninggal dunia itu Arkani bin Romli (43), warga Dusun 1, Desa Rantau Kroya, Kecamatan Sei-Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Menurut Islah Taufik Effendy, koordinator aksi, Senin (05/09/2011), Arkani tewas setelah pingsan di lokasi unjukrasa di Jalan Merdeka, depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Musi Banyuasin, Senin (05/09/2011), sekitar pukul 12.00.
“Saat pingsan dia langsung dibawa ke RS Umum Sekayu, di perjalanan dia meninggal dunia. Penyebab tewasnya tidak diketahui, sebab teman-temannya langsung membawanya ke dusun,” kata Islah.
Islah memperkirakan, Arkani terjepit dan didorong di tengah massasekitar 1.000 orang, “Dia mungkin mengalami dehidrasi atau terjatuhdan terinjak. Tapi kami memperkirakan massa kami tadi ada yang
menyusupi, yang sengaja merusak barisan pengunjukrasa agar saling dorong,” katanya.
Islah sendiri membawa 1.000 massa unjukrasa yang mempersoalkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Kabupaten Mus Banyuasin 2011-2015. Mereka menuntut dilakukan verifikasi ulang terhadap DPT tersebut.
“Malam ini sejumlah data telah diverifikasi ulang oleh KPU,” kata Islah.
Aliansi Partai Politik Pasangan Calon Pendukung Bupati dan Wakil Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza-Islan Hanura sebanyak 22 partai politik, antara lain Partai Golkar, PPP, Gerindra, dan Hanura.
