Peristiwa

Kapolda Perintahkan Satpol Air Mengecek Pencarian Harta Karun di Sungai Musi

coba

27.08.2009 18:47:46 WIB

Oleh ADIS OKTAVIANI

KAPOLDA Sumatra Selatan memerintahkan Satuan Polisi Air Kepolisian Daerah Sumsel, untuk mengecek adanya perncarian harta karun di sungai Musi. Selanjutnya memeriksa saksi-saksi yang ada di lokasi perburuan harta karun. "Benar atau tidaknya adanya harta karun di sungai Musi, yang jelas tetap kita adakan penyelidikan di lokasi," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Abdul Gofur kepada Berita Musi.Com Kamis (27/08/2009), di ruang kerjanya, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang.
Seperti diberitakan sebelumnya, selama tiga bulan ini, puluhan perahu ketek besar dan kecil menyusuri tepian sungai Musi dari jembatan Ampera hingga ke kampung Suro, 30 Ilir. Di atas perahu ketek itu, lima hingga tujuh lelaki sibuk membersihkan Lumpur yang diambil dari dasar sungai. Apa yang mereka lakukan? Ya, mencari harta karun.
“Kami nih mencari apo bae, yang dapat dijual. Ya, kalau beruntung kami mendapatkan barang berharga seperti emas atau lainnya,” kata Ibrahim (38), pemburu harta karun yang pulang ke Jalan Ki Gede Ing Suro Lorong Mutiara, 30 Ilir, Palembang, Jumat (21/08/2009).
Menurut Ibrahim selama tiga bulan ini, dia bersama lima kawannya selain mendapatkan emas seperti kalung, giwang, gelang, juga mendapatkan besi tua, timah. “Satu hari ini, ya, kami minimal mendapatkan 2 gram emas,” katanya.
Menurut Ibrahim, para penambang atau pemburu harta karun ini, berasal dari kampung Tanggabuntung, 5 Ulu, Kertapati, Suro, dan mereka yang menetap di sepanjang tepian sungai Musi itu. “Sebelumnya, kami ini banyak yang berprofesi sebagai tukang becak,” katanya.
Pendapatan para pemburu harta karun relative besar. Kalau nasib bagus, mereka mendapatkan penghasilan Rp500-600 ribu. Dan uang ini dibagi rata. Dan, para pembeli emas atau barang berharga lainnya adalah para pemilik toko emas di Pasar 16 Ilir. “Mereka langsung membelinya ke sini,” kata Ibrahim.
Saat ini ada sekitar 30 perahu yang beroperasi memburu harta karun. Mereka yang bekerja sejak pagi hingga petang hari. “Tapi kalau air pasang tidak begitu besar, kami bekerja hingga malam,” katanya

Komentar


Berita Terkait