Ekonomi

Bada, Sosok Pemburu Harta Karun di Sungai Musi yang Berhasil

coba

21.08.2009 20:03:03 WIB

Oleh ADIS OKTAVIANI

BADA (42), warga Jalan Sido Ing Kenayan Lorong Gumarang RT.34 RW.04 No.433, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, merupakan sosok pemburu harta karun di sungai Musi yang berhasil. Selama dua tahun dia bekerja, Bada mampu membangun sebuah rumah panggung yang cukup luas dan mewah. Apalagi rumah panggung itu terbuat kayu yang saat ini langka dan mahal. Bada yang pernah menemukan sejumlah patung kuno itu, memang menjadi inspirasi warga di kampungnya buat memburu harta karun di sungai Musi.
Sayang, saat berkunjung ke rumahnya, Jumat (21/08/2009), BeritaMusi.Com hanya bertemu dengan istrinya, Mariana (38). “Bapak (Bada, red) langit turun (mencari harta karun di sungai Musi, red),” kata Mariana, yang kemudian menolak dirinya maupun rumahnya difoto.
Menurut Mariana, suaminya dulu seorang satpam di gudang beras Pioner di kawasan Sekanak, Palembang, dan pemilik perahu ketek. Awalnya, Bada ikut orang yang telah lebih dahulu mencari harta karun di sungai Musi. Tapi, sejak dua tahun lalu, Bada membentuk sendiri tim. Yang berjumlah 10 orang.
“Alhamdulillah selama dua tahun ini Allah memberi kami rezeki kepada kami. Kami dapat membangun rumah ini, dan anak buah bapak (Bada, red) sudah ada juga yang membangun rumah,” kata Mariana.
Adapun benda-benda yang telah ditemukan suaminya, seperti patung-patung kuno, lempengan emas, perunggu, perak, atau keramik-kemarik kuno. “Kalau emas setiap hari yang terkumpul 2-3 suku,” katanya.
Namun, semua benda itu tidak dibawa pulang ke rumah. Semua barang yang ditemukan dijual suaminya di lokasi kepada para kolektor. “Jadi, saya tahu patung yang ditemukan itu patung emas, perak, atau bukan. Suaminya saya juga tidak mau bercerita,” katanya.
Keberhasilan Bada ini dibenarkan para tetangganya. “Kami sekampung ini jadi ikut dia. Suami saya ikut Pak Bada,” kata seorang tetangganya.

Komentar


Berita Terkait