17.09.2011 00:19:34 WIB
Oleh Putra Kurusetra
PASANGAN calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Musi Banyuasin 2012-2017, Pahri Azhari-Beni Hernedi, membantu keluarga dua bersaudara yang tewas tenggelam di Sungai Musi, Sekayu. Yakni Rizky Anggara Pratama (11) dan Angga Saputra (10).
Bahkan, saat tengah berorasi dalam kampanye di Lawangwetan, Jumat (15/09/2011) Pahri dan Beni mempersingkat orasinya, setelah mendengar kabar duka tersebut. Sekitar pukul 16.30, Pahri-Beni beserta rombongan sudah tiba di rumah duka yang terletak di Komplek Rumah Beca, Sekayu. Di sana Pahri selain bertakziah juga menyerahkan santuan kepada keluarga korban.
“Ini tentu di luar keinginan kita. Ya semoga keluarga diberi ketabahan dan kita doakan korban ditempatkan layak di sisiNya,” ujar Pahri kepada orangtua Rizky dan Angga.
Rizky Anggara Pratama dan adiknya Angga Saputra, tewas tenggelam di Sungai Musi, Jumat (16/09/2011) siang sekitar pukul 11.15. Keduanya tewas diduga lantaran tidak dapat berenang. Tapi keduanya bermain di tepian Sungai Musi yang mengalir di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kedua anak itu merupakan anak dari pasangan Zulfahmi dan Idayati, warga Lk I Kelurahan Balaiagung, Sekayu, Musi Banyuasin.
Lokasi kejadian, di perairan sungai musi, atau sekitar 100 meter dari Pasar Perjuangan Sekayu. Kisahnya, sekitar 45 menit menjelang salat Jumat, warga sekitar pasar dikejutkan dengan suara minta tolong dari pinggir Sungai Musi. Ternyata, suara itu berasal dari tiga orang bocah yang mengetahui dua temannya tenggelam di sungai tersebut.
Warga di pasar itu langsung ke lokasi dan beberapa di antaranya menyelam untuk menyelamatkan korban. Namun, upaya yang dilakukan terlambat, dua kakak beradik yang sama-sama duduk di kelas 3 SDN 1 Sekayu ini ternyata sudah tewas.
Raden Rangga Saputra, salah seorang teman korban, kepada pers, menceritakan, sepulang dari sekolah sekitar pukul 11.00, mereka yang berjumlah lima orang menuju sungai untuk mandi sambil bermain bola. Saat itu, kedua korban lebih dahulu turun ke sungai dan menimang-nimang bola sambil berjalan ke arah ilir. Dan tak lama kemudian mereka tenggelam. Awalnya sang adik, Angga terperosot ke dasar sungai yang dalam, dan sang kakak mau menolong tapi turut tenggelam.
“Balik sekolah, kami langsung mandi dan main di sungai, belum ke rumah. Rizky dengan Angga sudah duluan turun main lempar-lemparan bola. Tidak lama kemudian keduanya tenggelam,” ujarnya.
Menurut Rangga, saat bermain mereka masih bisa menapak dasar sungai yang hanya memiliki kedalaman setinggi dada anak-anak. Namun keasyikan berjalan sambil lempar-lemparan bola, Angga terperosok ke bagian sungai yang memiliki kedalaman sekitar 2 meter. Mengetahui hal itu, seketika Rizky sang kakak yang tidak jauh berusaha menyelamatkan. Namun karena keduanya tidak bisa berenang, akhirnya tenggelam bersamaan. Melihat kedua temannya tidak timbul lagi, mereka minta bantuan orang.
Sementara kedua orangtua korban, Jumat sore tadi masih nampak syok dan terus menangis. Zulfahmi mengaku sangat syok dan terpukul mengetahui jika kedua anak mereka itu meninggal dalam waktu bersamaan.
Dikatakannya, Rizky dan Angga merupakan anak ketiga dan keempat dari enam bersaudara. Keduanya yang memang sekelas, sangat akrab dalam keseharian. Tidak jarang saat di rumah keduanya bergurau sampai bergulat. “Saya tidak menyangka kedua anak saya akan meninggal bersama. Padahal mereka masih kecil-kecil,” ujarnya.
