09.05.2011 00:23:45 WIB
Oleh Putra Kurusetra
PENOLAKAN seniman terhadap pembangunan Palembang Heritage Hotel di kompleks Museum Tekstil Sumatra Selatan di Jalan Merdeka Palembang, kian meluas. Misalnya disampaikan seorang penyair dan perupa di Lahat, Jajang R. Kawentar dan peneliti bahasa Dian Susilastri.
“Pemerintah jangan terus berpihak pada kepentingan pengusaha atau pemodal yang berorientasi uang, tanpa memperhatikan lingkungan, sejarah, kesenian dan kebudayaan daerahnya,” kata Jajang melalui pesan singkatnya, Minggu (08/05/2011) malam.
Jajang yang menolak pembangunan hotel yang akan diperuntukkan para tamu kenegaraan selama SEA Games XXVI, berpesan,kepada semua pihak, “Dek pacak ngiloi, dek merusak jadilah.”
Sementara Dian Susilastri selain sangat menyayangkan rencana pembangunan hotel di lokasi Museum Tekstil Sumsel, juga menjelaskan bahwa pembangunan hotel itu hanya untuk keperluan sesaat yakni SEA Games XXVI, sementara museum masa depan bangsa, “Museum itu untuk pembangunan karakter bangsa. Jadi pilih yang mana buat kepentingan sesaat atau masa depan bangsa?” katanya.
