SEA Games 2011

Menghadirkan Keunggulan RS Internasional di Palembang

coba

26.07.2011 00:59:37 WIB

PENGANTAR
Pendirian Siloam Hospital Palembang yang dihelat berbarengan momen SEA Games XXVI sempat dihadang tudingan membawa misi agama. Pekan lalu, sejumlah wartawan yang tergabung dalam lintas media Palembang meninjau dua rumah sakit lain milik Lippo Group, yakni RS Siloam Karawaci dan RS Siloam Surabaya. Dua rumah sakit ini sudah beroperasi lama dan memberi gambaran mengenai keberadaan rumah sakit berlabel internasional Siloam di Indonesia. Berikut laporannya secara berseri.

BUKAN rumah sakit melainkan rumah sehat. Itulah kesan yang muncul saat berada di lingkungan Rumah Sakit Siloam Surabaya. Tak ada bercak darah, bau obat, dan erangan orang sakit yang biasa menyergap di rumah sakit. Sebaliknya, bau wangi merebak di setiap sudut gedung.

Masuk ke pintu utama, dua orang karyawan menyambut ramah. Keduanya berdiri di kiri dan kanan jalan mengenakan pakaian khas Jawa Timuran. Mereka mengarahkan setiap tamu ke para petugas ‘front office’ yang siap memberikan pelayanan di belakang meja. Mirip hotel.

Suasana hotel itu juga didukung oleh fasilitas dan sarana lain di komplek gedung yang terletak di jantung kota, Jalan Raya Gubeng, Surabaya ini. Dipisahkan koridor yang tersambung ke lobi di lantai dasar, terdapat kafe dan warung tradisional di mana setiap orang bisa makan dengan nyaman. Selain itu ada toko buku, Starbuck, Holland Bakery, dan apotek. Semuanya bersih, wangi, dan tak mengembuskan bau obat.

Di sudut sebelah kiri terdapat ruang unit gawat darurat atau UGD. Lokasinya di pojok dengan pengaturan yang rapi sehingga tak tampak pasien yang datang dan pergi. UGD yang tenang namun senantiasa siaga ini merupakan salah satu keunggulan RS Siloam Surabaya. Di sini pasien ditangani cepat. Tanpa menunggu proses administrasi, pasien disalurkan ke dua ruangan emergency yang terlindung pintu kaca es. Pemandangan seram dan mencekam yang lazim mewarnai UGD, tak terlihat di sini.

Seperti halnya di Siloam Lippo Village, UGD RS Siloam Surabaya dilengkapi ambulans yang bergerak. Armada ambulans terus mengitari kota untuk menolong pasien yang terjebak kemacetan atau menjemput pasien yang domisilinya jauh. Semua ambulans dilengkapi peralatan medis kesehatan sehingga tak ubahnya rumah sakit berjalan.

Selain itu ada nomor panggilan darurat dibuat seragam yakni 911 –mengingatkan pada hotline pengaduan masyarakat di Amerika Serikat. Bila di Siloam Lippo Village urutan angkanya 021500911, di RS Siloam Surabaya 0319111.

Tak jauh dari ruang UGD, puluhan pengunjung santai sambil menikmati kopi di Starbuck. Mereka tampak enjoy meski berada tak jauh dari ruang emergency.

Bagi yang memerlukan taksi, bisa memesan di pintu utama kepada security. Tak perlu turun ke jalan raya. “Ini salah satu bentuk pelayanan yang diberikan kepada pasien dan keluarganya yang berkunjung,” jelas Direktur RS Siloam Surabaya Dr Jongky Surjadibrata didampingi Humas Lippo Group Danang Kemayan Jati yang memandu sejumlah awak media keliling sal dan ruang pasien.

Sambil berjalan di lantai dua, dengan ramah Dr Jongky menjelaskan bahwa rumah sakit ini dulunya bernama Rumah Sakit Bersalin Ibu dan Anak Budi Mulya. Kemudian berubah menjadi rumah sakit umum. Baru pada 2002 menjadi Siloam Hospital Surabaya. Selain menyediakan fasilitas VVIP dan VIP, rumah sakit milik Lippo Group ini menyediakan kamar kelas tiga. Sebuah fasilitas untuk pasien yang tarifnya Rp110 ribu per hari. Pelayanan kepada pasien sama. Cuma fasilitas ruangan yang berbeda.

RS Siloam Surabaya memiliki 100 tempat tidur, didukung oleh 200 dokter dan 220 perawat. Saat ini sedang mengembangkan fisik gedung ke area yang selama ini digunakan untuk parkir. Kelak ada tambahan 100 tempat tidur lagi.

Selain dikenal sebagai rumah sakit spesialis jantung dan saraf, RS Siloam juga menjadi rujukan untuk mendapatkan bayi tabung. RS Siloam Surabaya bahkan menorehkan prestasi sebagai rumah sakit spesialis bayi tabung.

Sekarang yang menjadi perhatian pasien dari dalam provinsi maupun luar Provinsi Jawa Timur bahkan sampai mancanegara adalah fertility center dari RS Siloam Surabaya. Fasilitas ini menawarkan tingkat keberhasilan sampai 45 persen, dipimpin oleh dokter sangat berpengalaman, Dr Aucky Hinting.

Keberhasilan sampai 45 persen ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan. Karena prestasi ini merupakan yang paling tinggi untuk program sejenis yang dilakukan rumah sakit lainnya di Indonesia maupun di Singapura.

Ini bisa dilihat dari daftar pasien bayi tabung dan inseminasi. Selain dari Surabaya dan sekitarnya, pasien banyak datang dari luar Provinsi Jawa Timur. Bahkan ada yang datang dari Australia, Kanada, Prancis, Malaysia, Filipina, dan Singapura.

“Mereka sengaja datang karena menerima informasi kalau problem kesulitan mempunyai anak bisa ditangani di Surabaya,” jelas Dr Jongky.

Setiap hari rata-rata sekitar 30 pasangan suami-istri berkonsultasi dengan tim bayi tabung RS Siloam Surabaya. Setiap tahun sejak dibuka pada 1995, program ini melakukan operasi bayi tabung sebanyak 300 kali.

Berapa biaya program bayi tabung? Tergantung dari kasusnya. Secara global sekitar Rp45 juta.

Apakah di Siloam Palembang ini juga akan dibuat fasilitas dan pelayanan bayi tabung? “Semua serba mungkin. Selain pelayanan medis lainnya, mungkin saja di sana ada program bayi tabung,” kata Dr Jongky.

Intinya Siloam menerapkan standard operational prosedure atau SOP yang berlaku untuk seluruh rumah sakitnya. Pada saat RS Siloam Palembang berdiri nanti, keunggulan yang ada di RS Siloam Karawaci dan Surabaya akan dibawa ke Palembang.

Komentar


Berita Terkait