08.02.2012 21:46:59 WIB
Oleh Dewa Dewi
PERNYATAAN geolog LIPI Danny Hilman kemungkinan adanya peradaban tinggi di Nusantara yang hilang, terus menjadi perbincangan para budayawan, sejarawan dan peneliti, di Palembang.
Pernyataan Hilman saat diskusi “Menguak Tabir Peradaban dan Bencana Katastropik Purba di Nusantara untuk Memperkuat Karakter dan Ketahanan Nasional” di Gedung Krida Bakti, Jalan Veteran, Jakarta, Selasa (07/02/2012), ini kali ditanggapi budayawan Palembang Erwan Suryanegara.
“Saya tidak sepakat dengan istilah ‘kemunduran peradaban di Nusantara’. Karena, semua hasil penemuan penelitian yang menunjukkan adanya kebudayaan tinggi pada masa lalu, bukan berarti kebudayaan dan peradaban Nusantara hari ini menurun,” kata Erwan di Palembang, Rabu (08/02/2012).
Erwan, yang memiliki teori Kerajaan Sriwijaya dibangun oleh masyarakat lokal bukan pendatang dalam bukunya “Sriwijaya”, menjelaskan, “Kebudayaan itu baik berupa materi pun nilai-nilai, sangat terkait dengan ruang dan waktu, karenanya antarkebudayaan tak mungkin diperbandingkan mana yangg lebih tinggi dan mana yang lebih rendah.”
“Peradaban juga demikian, adalah kondisi atau tingkat kemajuan kehidupan lahir dan batin suatu masyarakat atau bangsa-bangsa, yang memiliki tolok-ukurnya masing-masing.”
Menurut Erwan, "Kita" saja yang selalu rendah diri akut, menganggap Nusantara hari ini seolah berperadaban lebih rendah dari Barat, “Memang boleh iya tetapi mungkin pada bidang tertentu, bidang yang lain mungin lebih tinggi dari Barat.”
