Pemerintahan

220 Ribu Wong Sumsel Menganggur

coba

27.05.2010 13:32:11 WIB

SAAT ini sedikitnya 220 ribu warga Sumatra Selatan menganggur atau membutuhkan lapangan pekerjaan. Sebuah kondisi yang ironinya di negeri yang kaya dengan sumber daya alam ini.

"Para pengangguran itu tidak seluruhnya belum bekerja, sebagian sudah ada pekerjaan walaupun belum terikat dalam kontrak kerja dari perusahaan atau sebagai buruh lepas," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel, Rizal Fathoni, di Palembang, seperti dikutip Antara, Kamis (27/5/2010).

Dia menyatakan, jumlah pengangguran tersebut menurun dibandingkan kondisi beberapa tahun sebelumnya mencapai 316.694 orang.

"Para pengangguran tersebut adalah lulusan sekolah dasar hingga sarjana (S-1) dari berbagai disiplin ilmu," kata dia.

Berkaitan masalah lapangan kerja baru, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menyatakan, di provinsi tersebut terdapat peluang lapangan kerja baru cukup besar, antara lain melalui program pembangunan Pelabuhan Laut Tanjung Api Api.

"Proyek pembangunan pelabuhan laut dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti jalan kereta api dua jalur, pabrik pupuk PT Pusri baru, pabrik alumunium investor dari India serta pembangunan kawasan industri diperkirakan dapat menampung sedikitnya 200 ribu tenaga kerja baru," kata Alex Noerdin.

Menurut dia, pada tahap pembangunan infrastruktur saja sudah mampu menyerap tenaga kerja cukup banyak, belum lagi setelah beroperasi tentu akan membuka lapangan kerja baru lebih luas lagi untuk kesejahteraan rakyat di provinsi tersebut.

Mengenai kasus PHK karyawan perusahaan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel, Rizal mengemukakan, sampai saat ini pihaknya masih terfokus menangani salah satu perusahaan perkebunan PT Mitra Ogan di Kabupaten Ogan Komering Ulu.

"Salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut, saat ini beberapa karyawannya masih berstatus tenaga harian lepas yang belum terselesaikan," kata dia lagi.

Komentar


Berita Terkait