Pemerintahan

252 Facebookers Gabung “Pindahkan Ibukota Indonesia ke Palembang”

coba

15.11.2009 17:40:20 WIB

Oleh SIGID WIDAGDO

DUKUNGAN para facebookers buat memindahkan ibukota Indonesia dari Jakarta ke Palembang terus bertambah. Hingga hari kedua, Minggu (15/11/2009) pukul 17.30, grup Pindahkan Ibukota Indonesia ke Palembang, telah mendapat dukungan sebanyak 252 facebookers.

Namun, tidak semua yang bergabung dengan grup ini langsung memberikan dukungan penuh. Sebagian mempertanyakan gagasan memindahkan ibukota Indonesia ke Palembang, seperti disampaikan Satryargha Danis, “Saya kira semua menginginkan ibukota pindah ke kota kita terlepas dari asal-usul dan sejarah, namun perlu kita sadari jiwa NKRI tidak pernah mempersoalkan di mana ibukota itu berada, justru sikap-sikap yang demikian ini bisa menimbulkan gejolak-gejolak yg kurang bisa bersahabat dengan keadaan yg kondusif, nah mari sebagai warnaga negara yg berjiwa NKRI, sumbanglah negara dengan pikiran dan saran kalian, bila kita meributkan soal letak ibukota saya kira itu bisa menimbulkan sikon yg menghangat dan kurang kondusif, kita-kita tidak tahu apa maksud dibuatnya group ini untuk itu sebaiknya kita tanggapi dan ikuti semua dengan kepala dingin dan mari kita lihat betapa negara ini sangat memerlukan sekali kondisi yang kondusif.”

Pernytaan Satryargha Dani ini mendapat tanggapan dari facebookers lain yakni Taufik Wijaya yang menulis, “Menarik pemikirannya. Menurut Anda apa memindahkan ibukota Indonesia itu merupakan tindakan kurang kondunsif dan mengancam NKRI? Menurut Anda kira-kira apa yang harus diperbaiki dari karakter sentralistik (feodal) yang telah terbangun dalam iklim Jakarta (meskipun saat ini era otonomi) sebab jejaringan feodal yang sudah matang di sana, meneruskan apa yang telah dibangun Belanda. Di sisi lain, secara kondisi alam dan lingkungan hidup, Jakarta memang sudah tidak layak lagi menjadi pusat pemerintahan. Soal ke mana itu, soal lain. Gagasan ke Palembang, lantaran daerah ini sejarah historis memang kuat, secara geologi memang lebih aman dari daerah lain di Indonesia (bencana gempa bumi, tsunami, dan lainnya) yang telah terbukti berabad-abad sehingga banyak penguasa masa lalu memilih Palembang sebagai pusat pemerintahannya. Ketiga, SDA yang ada sekitar Palembang juga lebih lengkap, sehingga tidak mengalami krisis energi seperti di Jakarta. Masak sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, Jakarta bisa mati lampu. Ironi bukan.”

Foto: blog.unila.ac.id

Komentar


Berita Terkait