Lingkungan Hidup

"Coba Cek Dulu Sebelum Bicara"

02.06.2011 21:32:39 WIB

ENAM Fraksi di DPRD Sumsel sepakat dengan sejumlah ulama dan mahasiswa yang menolak pembangunan RS Siloam di Lapangan Parkir Bumi Sriwijaya. Terhadap penolakan itu, Head Corporate Communication Lippo Group, Danang Kemayan Jati, membantah kalau RS Siloam membawa misi agama, seperti diwawancarai Sriwijaya Post.

Akhir-akhir ini gencar aksi demo menyuarakan penolakan pembangunan RS Siloam di Palembang. Bagaimana Lippo melihat ini?
Ya, saya tidak habis pikir. Teman-teman di Palembang masih belum tahu seperti apa itu RS Siloam. Ini rumah sakit berstandar internasional yang tidak membawa pesan apa pun kecuali misi
kemanusiaan. Ini bukan RS pertama yang kita bangun, Siloam sudah ada di Jakarta, Surabaya, Cikarang, Makassar, Jambi, Pekanbaru dan daerah lain.

Di sana tidak ada penolakan?
Tidak pernah terjadi aksi penolakan, mereka sangat wellcome karena rumah sakit dibutuhkan di daerah itu. Di Palembang juga butuh RS bertaraf internasional. Kita datangkan alat-alat yang tidak ada di Palembang.
Teman-teman di sini kalau berobat pilihannya ke Singapura atau Jakarta. Jadi tidak punya kebanggaan ada RS di daerah. Nah, kita ingin beri pelayanan terbaik agar tak perlu lagi ke luar negeri, tetap berobat di Palembang.

RS Internasional identik dengan biaya tinggi dan pelayanan pada kalangan atas saja. Lantas seperti apa misi kemanusiaan yang diemban RS Siloam?
Kita tetap konsen RS ini untuk masyarakat menengah ke bawah. Sesuai aturan pemerintah, 25 persen untuk melayani pasien jamkesmas dan jamkesda. Nanti ada 200 ranjang perawatan, mungkin bisa lebih dari 25 persen untuk menengah ke bawah.

Bagaimana dengan potensi lokal yang akan dilibatkan?
Tidak mungkin tidak kita libatkan. Karyawan, dokter, perawat, dan alat justru itu kita harap pemerintah daerah dan masyarakat yang ikut andil. Tidak mungkin kita mendatangkan perawat dari luar, begitu juga dokter. Untuk dokter spesialis yang tidak ada di Palembang, ya kita datangkan.


Muncul kekhawatiran RS Siloam mengemban misi agama?
Tidak benar itu. Kalau teman-teman ragu, coba cek ke RS Siloam yang ada di daerah lain. Adalah salib? Tidak ada. Di Surabaya, di Jakarta dan lainnya dokter dan perawat muslim. Saya sendiri
muslim. Kalau saya yang jelaskan, tidak enak. Jadi silahkan cek sendiri, tidak ada isu lain kecuali misi kemanusiaan. Kami minta jangan dipolitisir.


Ada yang menghubungkan RS Siloam dengan James T Riady, Chief Executive Officer Lippo Group, sehingga muncul kekhawatiran itu?
Itu berbeda. Keyakinan seseorang tidak bisa dipaksakan, saya tidak tahu mengapa masuk ke isu sara seperti itu. Lihat kebutuhan masyakarat akan fasilitas dan layanan kesehatan. Kitu justru
investasi besar untuk bantu pelayanan kesehatanan, malah dutuduh seperti itu. Coba cek dulu sebelum bicara.

Bagaimana kalau Dewan besikukuh menolak pembangunan RS Siloam?
Seluruh perizinan kita turut pemerintah. Ini bukan yang pertama kita berinvestasi. Semua dipenuhi. Teman-teman kurang ngerti Siloam, coba cek RS Siloam yang lain, kita berikan yang terbaik. Sekarang kita belum bisa pasang target kapan RS Siloam beroperasi, apalagi ribut seperti ini.

Komentar