13.05.2011 00:19:58 WIB
Oleh Dedy Pranata
KABAR menggembirakan bagi masyarakat sepakbola Sumatera Selatan. Ketua Umum PSSI Sumsel Baryadi ditunjuk oleh FIFA sebagai calon anggota Komite Normalisasi, ini menyusul usulan Agum Gumelar melakukan reshuffle terhadap keanggotaan Komite Normalisasi.
Persetujuan FIFA terhadap penggantian lima anggota Komine Normanilasi (KN) tersebut termuat dalam surat dikirim organisasi pimpinan Sepp Blatter itu, Kamis (12/05/2011) malam WIB tadi, seperti dikutip detik.com.
Dalam surat tertanggal 11 Mei 2011 dan ditandatangani Jerome Valcke tersebut FIFA menyebut kalau Dityo Pramono, Siti Nuzanah, Sukawi Sutarip, Samsul Ashar dan Satim Sofyan dicabut keanggotaannya dari KN.
"Setelah melalukan analisa pada situasi, terutama terkait fakta bahwa lima anggota Komite Normalisasi dikontrol oleh liga ilegal, Liga Primer Indonesia (LPI), Komite Darurat FIFA memutuskan untuk mengganti mereka. Sebagai konsekuensinya Dityo Pramono, Siti Nuzanah, Sukawi Sutarip, Samsul Ashar dan Satim Sofyan dicabut keanggotaannya dari Komite Normalisasi," demikian kutipan surat FIFA.
Untuk menggantikan kelima orang tersebut FIFA cuma menunjuk empat nama sebagai anggota baru, dari enam yang sebelumnya direkomendasikan Agum Gumelar. Mereka yang ditunjuk adalah Baryadi (Ketua PSSI Sumatera Selatan), Rendra Krisna (Presiden Kehormatan Arema Indonesia), Sumaryoto (mantan ketua PSSI Jawa Tengah), dan Sinyo Aliandoe (mantan pelatih timnas Indonesia).
Agum Gumelar sebelumnya sudah mengonfirmasi rencana melakukan reshuffle terhadap Komite Normalisasi. Alasan melakukan penggantian terhadap lima anggotanya adalah karena mereka dianggap tak lagi bekerja sesuai innstruksi FIFA. Sebagai catatan, kelima nama yang dicoret tersebut adalah anggota Kelompok 78 yang mendukung pencalonan George Toisutta dan Arifin Panigoro.
Dengan reshuffle ini maka KN kini cuma diisi oleh tujuh nama, dari sebelumnya delapan orang.
Komite Normalisasi
Agum Gumelar (Ketua)
- Joko Driyono
- Hadi Rudiatmo
- Rendra Krisna
- Sumaryoto
- Baryadi
- Sinyo Aliandoe
