13.12.2009 11:47:47 WIB
Oleh SUMARDONI
SEJAK ditangani Otto Rehhagel alias "Rehhakles", Yunani yang sebelumnya tim yang dipandang sebelah mata di daratan Eropa menjadi “kuda hitam” yang siap menghadang siapa pun. Siapa pun akan terkejut ketika Yunani menjadi Juara Piala Eropa 2004.
Sebelum ditangani Rehhakles, Yunani pernah tampil di Piala Eropa 1980 dan Piala Dunia 1994. Pada 2008, Rehhagel membawa Yunani lolos ke Piala Eropa ketiga dan kini tim di hadapan Piala Dunia kedua.
Di Piala Dunia 1994, Yunani tak banyak berkutik dan menjadi lumbung gol Argentina, Nigeria, dan Bulgaria.
Meski beruntung diundi ke grup empuk, perjalanan Yunani ke Afrika Selatan penuh liku. Gagal mengatasi penampilan Swiss, kalah saat tandang dan kandang, Yunani meraih satu tiket Piala Dunia melalui babak play-off. Di partai penentuan itu, Yunani mengalahkan perempat-finalis Piala Dunia 2006, Ukraina. Hanya bermain imbang tanpa gol di Athena, Yunani malah sukses membawa pulang kemenangan 1-0 saat bertandang di Donetsk.
Kekuatan utama Yunani adalah lini pertahanan mereka, meski belakangan Rehhagel mulai berani memainkan strategi sepakbola menyerang. Yunani memainkan gaya klasik dengan dua bek tengah dan seorang libero. Sejauh ini, hasilnya memuaskan... meski kerap dianggap anti-sepakbola.
Yunani tak punya cukup kreativitas saat melancarkan serangan. Kebanyakan mereka menunggu bola-bola mati atau menunggu kesalahan lawan. Jangan harap Yunani bisa banyak beraksi ketika menguasai
"Rehhakles" merupyang pelatih yang sukses membawa Yunani meraih Piala Eropa 2004. Pelatih asal Jerman ini dikenal manajer yang kerap sukses saat menangani tim yang tak dijagokan. Seluruh tim sudah menganggapnya bak seorang ayah. Piala Dunia ini kemungkinan besar menjadi kesempatan terakhirnya sebelum pensiun.
Inilah pemain andalan Yunani:
Giorgos Karagounis (Panathinaikos, Yunani)
Pemimpin alami tim. Gelandang pekerja keras, tahu bagaimana mempertahankan bola dan menjadi pengatur serangan yang handal di berbagai pertandingan penting. Tanpa Karagounis, Yunani kehilangan kekuatan utama di lini tengah.
Sotirios Kyrgiakos (Liverpool, Inggris)
Satu-satunya pemain Yunani yang bermain di klub bernama besar. Bek tangguh yang dikenal dengan julukan "Highlander" saat bermain untuk Glasgow Rangers. Sulit ditaklukkan dalam duel satu lawan satu, begitu pula dengan perebutan bola-bola atas.
Sotiris Ninis (Panathinaikos, Yunani)
Rehhagel belum memberikannya kepercayaan penuh. Baru beberapa kali dimainkan di timnas, Ninis menjadi modal masa depan Yunani. Pemain yang dianggap pemain muda paling berbakat di Yunani ini hampir dipastikan masuk skuad Piala Dunia untuk memberinya pengalaman merasakan atmosfir turnamen besar sejak dini.
Kejayaan Piala Eropa 2004 bisa dipastikan takkan dilupakan masyarakat Yunani dalam satu dasawarsa ke depan. Sukses Yunani seperti mewujudkan mimpi yang mustahil dan menunjukkan dalam sepakbola, segalanya mungkin.
Sukes Piala Eropa 2004 sulit terulang. Lolos dari penyisihan grup saja sudah terbilang prestasi bagus.
Penampilan di Piala Dunia: 1994. (goal/dll)
