23.04.2010 16:21:57 WIB
Sajak A. Rapanie Igama
1.
Hari-hari itu hanya milik kita
Engkau, aku, hadran dan chaidir
Parameswara dan Hang Tuah
Mewarnai langkah dan mimpi kita
Sebuah foker mengantar kita
Dari Hang Nadim
Lalu, tiba pada sebuah tempat
“di sinilah segalanya bermula”
Menikmati sejarah panjang
Memahami diri dan milik kita sendiri
Pulang di bumi Dapunta Hyang:
Lalu kita tertawa sadar
“Di sini segalanya berasal”
Ya, sejarah hanya cerita masa lalu;
tapi katamu, itu diri kita yang terlupa
dan lupa siapa diri kita
Hari-hari itu sungguh milik kita
Semua kucatat dalam sanubari
Setiap jengkal langkahku
Ada bayang-banyangmu
Kubawa pergi dan melangkah
Hingga semuanya kelak pulang
Seperti engkau pada hari ini
Ketika seluruh hari menjadi milik-Nya
2.
Othello, William Shakespeare
Hanya enam ringgit, tapi tak akan
Pernah engkau jumpai di kotamu
Sebuah etalase menyediakan dirinya
Sebuah jarak peradaban menyaksikan kita
Lalu engkau bercerita Leiden
Saksi peradaban adi masa lampau
Satu-satu mungkin akan kita lupakan
Lalu satu-satu pula engkau tuliskan kembali
Bagi keturunan generasi TW yang buntung
Duh, kita tak sempat bercerita panjang
Tentang Ka-Ga-Nga
Kau katakan padaku suatu hari
Kerinduan itu ada batasnya
Tak sedekat Kualalumpur dan London
Atau dua tiga abad yang lampau
Kerinduan itu amat panjang
Seperti kerinduan kita pada keyakinan
Bahwa jejak adalah milik peradaban kita
“Selamat jalan”.
.Palembang, 15 April 2010.
