Budaya

Walikota Palembang Jangan Keluarkan IMB Palembang Heritage Hotel

coba

08.05.2011 20:47:13 WIB

Oleh Putra Kurusetra

SENIMAN dan budayawan Palembang menyambut baik kabar bahwa Palembang Heritage Hotel belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota Palembang. Oleh karena itu, mereka meminta Walikota Palembang agar tidak mengeluarkan IMB terhadap rencana pembangunan tersebut.

"Kami senang mendengar kabar itu. Kami berharap Walikota Palembang tidak akan mengeluarkan IMB Palembang Heritage Hotel. Dan sebaiknya pihak pengembang hotel, mencari lokasi lain. Masih banyak lokasi di Palembang yang pantas dijadikan hotel, yang tidak merusak lingkungan dan sejarah budaya di Palembang," kata budayawan Palembang Erwan Suryanegara, Minggu (08/05/2011) malam.

Pernyataan yang sama dikatakan perupa Usa Kismada. Selain meminta Walikota Palembang jangan mengeluarkan IMB-nya, Usa juga menilai pembangunan hotel tersebut, "Merusak fungsi dan peruntukkannya, juga merusak nilai-nilai edukasi dan historis," katanya.

Sementara Kepala Balai Arkeolog Palembang Nurhadi Rangkuti, menilai pembangunan hotel itu harus tetap mempertahankan bentuk asli bangunan, "Jangan sampai dirombak bangunannya. Selain itu pemerintah Sumsel harus menjamin adanya gedung baru untuk museum tekstil Sumsel," kata Nurhadi.

Sebelumnya Walikota Palembang menyatakan pembangunan Palembang Heritage Hotel yang diperuntukkan bagi tamu kenegaraan selama SEA Games XXVI ini berada di kompleks Museum Tekstil Sumatra Selatan, belum ada IMB-nya.

“Setahu saya pembangunan hotel itu belum ada ijinnya. Seharusnya (Museum Tekstil Sumsel, red) dijaga kelestariannya dan kalau mau bangun (Hotel, red) harus didiskusikan terlebih dahulu. Tapi saya lihat, baru dipagar saja kok,” kata Walikota Palembang Eddy Santana Putra, saat mengikuti acara "Medical Drive" yang digelar General Electric (GE) Indonesia di Kambang Iwak, Palembang, Minggu (08/05/2011) pagi.

Museum Tekstil Sumsel menempati bangunan peninggalan pemerintahan kolonial Belanda. Museum ini mengoleksi ratusan koleksi kain, diorama dan foto mengenai sejarah tekstil di Sumatra Selatan, dari masa PraSejarah hingga jaman Kesultanan Palembang Darussalam.

Seperti diberitakan sebelumnya Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjelaskan peralihan Museum Tekstil Sumsel menjadi hotel tidak akan mengubah nilai sejarah bangunan tersebut. Hotel tersebut bernama Palembang Heritage Hotel.

"Bangunan hotel berada di belakang bangunan utama dengan enam lantai. Bangunan lama dipertahankan, dan dijadikan objek wisata Palembang tempo dulu,” kata Alex Noerdin, kepada pers, seusai menghadiri pelantikan pengurus Orwil ICMI Sumsel di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (05/05/2011).

Hotel tersebut akan digunakan selama SEA Games XXVI. Isinya hanya 40 kamar, dan diperuntukkan khusus tamu penting dan kenegaraan.

Sementara Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel Rizal Abdullah, kepada pers, mengatakan fokus pengembangan hotel bukan di bangunan utama yang kini dijadikan Museum Tekstil, Ruang Pameran. Akan tetapi, membongkar bangunan tambahan dari museum itu, yakni di belakang dan terpisah dengan bangunan utama.

Sebelumnya sejumlah pekerja budaya dan seni di Palembang memprotes soal rencana alih fungsi bangunan Museum Tekstil Sumsel menjadi hotel. Alasan mereka, itu sama saja dengan menghancurkan bukti-bukti sejarah di Palembang. Mereka mendesak agar rencana tersebut dibatalkan.

“Kami bukan menolak pembangunan. Tapi sebuah pembangunan jangan sampai merusak lingkungan dan sejarah,” kata budayawan Palembang Erwan Suryanegara.

Komentar


Berita Terkait