Lingkungan Hidup

Beruang Madu Mengaum Hingga Tiga Kilometer

coba

15.10.2011 12:47:28 WIB

SEEKOR beruang madu berhasil ditangkap, setelah masuk perangkap yang dipasang tim penanggulangan Beruang Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi wilayah II Lahat, di area hutan Batu Putri Desa Tanjung Telang Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat, Jumat (14/10/2011) dinihari.

Beruang madu berjenis kelamin jantan tersebut mencoba keluar dengan meronta dan mengaum, hingga suaranya terdengar warga dalam radius 3 kilometer. Beruang tersebut tingginya 50 Cm dalam posisi merangkak, sedangkan dalam posisi berdiri 120 Cm atau 1,2 Meter.

Menurut Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Lahat Didik SUpriyono melalui Penata Bahan Perlindungan Dan Konservasi Muhammad Nur menjelaskan, pihaknya membentuk tim khusus untuk menanggulangi masalah beruang. Karena sudah ada tiga warga yang menjadi korban penyerangan, karena beruang madu sudah masuk ke area perkebunan warga. Untuk menangkapnya mereka lalu mendatangkan perangkap khusus beruang dari Palembang, dan sudah dipasang sejak satu minggu yang lalu.

Perangkap kemudian dipasang di hutan Batu Putri di Desa Tanjung Telang Kecamatan Merapi Barat, karena diduga menjadi wilayah perlintasan kawanan beruang. Awalnya mereka memasang umpan buah durian di dalam perangkap, untuk menarik perhatian hewan tersebut. Namun hingga tiga hari, tidak ada tanda-tanda akan berhasil. Pihaknya kemudian berinisiatif mengganti umpan dengan buah nangka, yang sudah dilumuri madu. Hasilnya cukup memuaskan, karena satu ekor beruang yang diduga pemimpin kelompok berhasil ditangkap.

Namun pihaknya masih tetap siaga dan memasang perangkap baru di tempat yang sama, karena masih ada beruang lain yang berkeliaran. Dari pengamatannya terdapat dua ekor lagi, yang kemungkinan masih berada di sekitar hutan Batu Putri di Desa Tanjung Telang. Sehingga diharapkan bisa segera ditangkap dalam waktu dekat. Selain itu ia menghimbau kepada warga untuk tetap berhati-hati jika berada di kebun. Agar terhindar dari serangan beruang, yang masih berkeliaran.

Beruang yang tertangkap akan dibawa ke Palembang, dengan menggunakan jalur darat. Rencannya setelah diteliti di kantor BKSDA Provinsi Sumsel, beruang tersebut akan diletakan di kabun binatang Punti Kayu Palembang. “Masih ada sekitar dua ekor lagi. Jadi warga harus tetap berhati-hati,” ujar Muhammad Nur.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, warga yang tinggal sekitar 3 KM dari lokasi perangkap mendengar suara gaduh pada tengah malam. Suara yang timbul seperti besi yang terus di pukul, diikuti suara mengaung seekor hewan. Mereka kemudian memberi tahu kepala desa dan diteruskan ke tim penanggulangan beruang Seksi Wilayah II BKSDA Lahat. Karena warga menduga ada beruang yang masuk perangkap, yang dipasang beberapa hari sebelumnya.

Karena takut masih ada beruang lain di sekitar hutan, warga dan tim penanggulangan beruang BKSDA Seksi Wilayah II Lahat memilih memeriksa perangkap keesokan harinya. Setelah dilihat ternyata memang ada beruang madu yang masuk dalam perangkap. Hewan tersebut terus meronta-ronta dan mengaum ketika melihat kedatangan warga, hingga papan yang dipasang di dalam perangkap hancur berkeping-keping. “Semalam suara gaduh sangat jelas terdengar. Mungkin beruang madu itu memukul perangkap yang terbuat dari besi,” ujar seorang warga bernama Jusman (39)

Beruang madu tersebut berwarna hitam dengan mulut dan dada berwarna putih. Postur badannya cukup besar, dengan kuku yang panjang di bagian tangan dan kakinya. Tingginya sekitar 50 Cm dalam posisi merangkak, namun jika berdiri tingginya mencapai 120 Cm. Hewan tersebut cukup agresif jika didekati. Ia terus mengaum dan mencoba meraih setiap orang yang mendekat, dari cela-cela perangkap terbuat dari besi yang berbetuk persegi panjang. Termasuk saat beberapa wartawan mencoba mengambil foto.

Kabar tertangkapnya seekor beruang, dengan cepat menyebar ke seluruh penduduk desa Tanjung Telang. Mereka berbondong-bondong menuju lokasi penangkapan yang jaraknya sekitar 3 Km dari Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Ada yang menggunakan sepeda motor, namun ada juga yang berjalan kaki. Hingga dalam hitungan jam, ratusan orang sudah memadati area perkebunan yang berada di tepi sungai Lematang. (sripo)

Komentar


Berita Terkait