08.04.2011 23:28:49 WIB
Oleh Dedy Pranata
INFORMASI yang disampaikan Staf khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana Andi Arief di Palembang, beberapa hari lalu, yang meminta masyarakat Pagaralam, Sumatra Selatan, untuk waspada terhadap kemungkinan terjadi gempa besar, membuat sebagian masyarakat di bawah kaki Gunung Dempo itu, menyiapkan diri untuk mengungsi.
“Kami cemas sekali dengan informasi itu. Memang dalam beberapa bulan ini kami merasakan getaran gempa, meskipun tidak besar,” kata Jon, warga Kota Pagaralam, kepada pers, Jumat (08/04/2011).
“Ya, meskipun ada yang mengatakan informasi tersebut tidak begitu benar, tapi kami di rumah sudah bersiap mengungsi apabila gempa besar itu terjadi. Misalnya barang-barang penting dan berharga sudah kami tempatkan satu, begitu pun kami tidur jauh dari barang yang gampang jatuh,” ujarnya.
Sementara Slamet, Ketua Pos Pemantau Gunung Api Dempo (GAD) melalui Stafnya Mulyadi, kepada pers, mengatakan, belum ada tanda-tanda akan terjadinya gempa besar. Namun, dirinya tetap mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, karena alam tidak bisa diprediksi. Gempa tektonik dan vulkanik sewaktu-waktu bisa saja terjadi.
Menurutnya, berdasarkan catatan terakhir, hanya ada beberapa kali gempa tektonik yang terjadi, yaitu pada tanggal 4 April 2011 terjadi gempa MMI I dan 4 kali gempa tektonik jauh dan terakhir tanggal 5 April 2011 ada enam kali gempa tektonik, serta pada akhir Maret 2011 lalu, Pagaralam hanya dilanda angin kencang dan satu kali gempa tektonik.
Ditambahkannya, saat ini aktivitas GAD masih aktif normal. Dirinya berharap kepada masyarakat jangan panik dengan adanya isu tersebut, karena sejauh ini belum ada aktivitas yang membahayakan dan seandainya ada aktifitas membahayakan, pihaknya akan segera memberitahukan kepada Pusat Vulkanologi dan Geologi di Bandung.
