16.12.2011 19:02:16 WIB
Oleh Suparman Hasibuan
”Program Takhassus ini merupakan terobosan baru dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pesantren di tanah air serta mengangkat kembali jembatan peradaban Islam Indonesia-Maroko”, Demikian disampaikan oleh Dubes RI untuk Maroko, Tosari Widjaja saat memberikan sambutan dan arahan kepada 15 orang Kyai Muda/ kader pimpinan pondok pesantren dari berbagai pesantren di Indonesia yang akan mengikuti program takhassus selama 3 bulan di Maroko.
Dubes RI juga menyampaikan harapannya agar para peserta bersungguh-sungguh dalam mengikuti program ini sehingga memperoleh hasil yang maksimal dan agar program ini dapat terus ditingkatkan dimasa mendatang.
Selama 3 bulan, yang dimulai pada tanggal 10 Desember s.d. 10 Maret 2012, sebanyak 15 orang Kyai Muda Indonesia/ kader pimpinan Pondok pondok pesantren dari berbagai provinsi Indonesia yang memiliki kemampuan bahasa Arab secara lisan dan tulisan dan merupakan hasil seleksi Kementerian Agama Indonesia, akan mengikuti program takhassus selama 3 bulan di Maroko. Para peserta akan mendapatkan materi pembelajaran dari para ulama dan akademisi Maroko di bidang keilmuan takhassus seperti Fiqih, Tafsir, Ilmu Hadis, Akidah, Tasawuf, Hukum Islam, Bahasa Arab dan bimbingan penulisan kitab/karya ilmiah.
Program ini diharapkan akan meningkatkan kualitas keilmuan para Kyai Muda/ kader pimpinan Pondok pondok pesantren sehingga memperkuat pondok pesantren sebagai lembaga yang mengajarkan para santri dalam bertafaqquh fiddin, serta mengingat para kyai muda/pengasuh pondok pesantren adalah kader dalam pembinaan dan pengembangan pondok pesantren.
Program takhassus ini merupakan kerja sama antara Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dengan Universitas Ibnu Thufail Maroko, serta dengan bantuan koordinasi dan fasilitasi KBRI Rabat.
