25.04.2011 03:25:52 WIB
Oleh Rahmat Azhari
Setelah sukses mementaskan drama klasik Ramayana dalam Festival Teater Internasional Pemuda tahun 2010, KBRI Rabat tahun 2011 ini menampilkan Ande-Ande Lumut dalam kegiatan yang sama di kota Taza (330 km dari ibu kota Rabat), 21 - 23 April 2011. Penampilan Ande-Ande Lumut sendiri pada Sabtu (23/04/2011) pukul 10.30 dan 16.30 waktu setempat, bertempat di Gedung Teater Qa`atu al Maarad Kota Taza.
Tidak seperti tahun lalu, kali ini KBRI diminta untuk tampil dua kali karena permintaan panitia dan antusias penonton yang sangat tinggi hingga memadati ruangan yang berkapasitas lebih dari 500 orang tersebut. Ini terlihat dari para penonton sangat memperhatikan dan mengikuti alur cerita tersebut hingga ruangan penuh sesak dan mereka rela berdiri untuk menyaksikan drama tersebut.
Agar pesan drama dapat diterima baik oleh penonton, seluruh dialog dan narasi drama disampaikan dalam bahasa Arab yang mudah difahami kalangan anak-anak dan remaja. Drama berdurasi 50 menit tersebut, diperankan baik oleh dua belas pemain yang terdiri dari staf KBRI dan keluarga serta mahasiswa yang dilatih selama dua bulan dengan bantuan Dharma Wanita Persatuan KBRI Rabat.
Legenda Ande-ande Lumut menceritakan tentang kisah seorang pangeran dari Kerajaan Kediri, Jawa Timur bernama Kasumayuda sedang mencari gadis pujaan hati yang akan dipersuntingnya sebagai istri. Pernikahannya dengan Kleting Kuning yang akhirnya diketahui sebagai salah seorang putri dari Kerajaan Benggala, menjadi sebab bersatunya kembali dua Kerajaan Jenggala dan Kediri yang sebelumnya terpecah.
Kostum Kerajaan Khas Jawa yang didominasi warna merah tua dengan sisipan keris di punggung Pangeran Kasumayuda, lenggak-lenggok dan gaya merayu Kleting Merah, Hijau dan Biru dengan balutan kebaya yang dipadu dengan batik lengkap dengan aksesorisnya, serta background pintu gerbang Kerajaan Kediri menjadi daya tarik tersendiri pada pementasan drama tersebut. Kepiawaian Yuyu Kangkang, si kepiting raksasa penjaga sebuah sungai menggoda dan merayu para kleting semakin menghangatkan suasana dan mendapat sambutan meriah dari para penonton.
Kegiatan Festival Teater Internasional Pemuda ke-12, adalah program tahunan yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Maroko melalui instruksi langsung Raja Mohammed VI bekerjasama dengan Yayasan Friendly Kota Taza sebagai ajang pertukaran informasi dan pengalaman, budaya dan tradisi antar sesama negara sahabat. Selain Indonesia, sejumlah negara asing ikut berpartisipasi antara lain; Arab Saudi, Amerika Serikat, Tunisia, Irak, Pantai Gading, Sudan, Burkina Faso, Azarbaijan, Austria, Senegal dan tentunya Maroko sebagai tuan rumah. Media massa setempat merespon positif acara tersebut dengan melakukan kegiatan liputan oleh Radio Television du Maroc, RTM dan TV 2M. Pada kesempatan tersebut, para wartawan juga sempat mewawancarai para peserta festival.
Usai pementasan drama, saat acara ramah tamah Ketua Panitia Pelaksana Festival Teater Internasional Pemuda ke-12, Mrs. Ratiba, menyampaikan terima kasih kepada bangsa Indonesia dan berharap semoga kerjasama kedua negara, khususnya di bidang seni dan budaya dapat ditingkatkan di masa yang akan datang. Menanggapi hal itu, KBRI juga menyampaikan terima kasih kepada panitia karena untuk kedua kalinya telah mengundang Indonesia untuk berpartisipasi kegiatan tersebut. Selain itu, KBRI juga siap untuk melaksanakan kolaborasi di bidang kesenian dengan pihak Kementerian Kebudayaan Maroko, serta akan terus berpartisipasi dalam festival yang sama di masa mendatang, tentunya dengan penampilan seni dan budaya Indonesia lainnya sebagai ajang promosi Indonesia kepada khalayak Maroko dan mempererat kerjasama kedua negara.
