Budaya

Anak Masyumi Diajaknya Menjadi Soekarnois

coba

23.04.2010 16:04:32 WIB

Oleh TAUFIK WIJAYA

BUDAYAWAN Djohan Hanafiah sudah sepekan meninggalkan kita. Salah satu sahabatnya yakni Taufiq Kiemas, suami dari Megawati Soekarnoputri, merupakan buah dari pergaulan politik dan budayanya selama pemerintahan Soekarno.

Di masa itu, Djohan Hanafiah mampu menarik Taufiq dari keluarga Masyumi menjadi seorang pendukung Soekarno. Meskipun Taufiq sendiri mengaku, sebelum bertemu dengan Djohan Hanafiah dan bergabung dengan GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia), dirinya sudah banyak membaca dan mengagumi pemikiran Soekarno, terutama mengenai nasionalisme-nya.

Bagaimana Taufiq dapat berteman dan bersahabat dengan Djohan Hanafiah? Inilah ceritanya, seperti yang termuat dalam buku “Menjaga Rumah Kebangsaan” dengan editornya Imran Hasibuan dan Muhammad Yamin (2009).

Tahun 1962, Taufiq Kiemas masuk kuliah ke Universitas Sriwijaya. Sebagai mahasiswa baru, Taufiq harus mengikuti perpeloncoan. Saat itu Djohan Hanafiah menjadi ketua perpeloncoan. Selama perpeloncoan Djohan melakukan pendekatan dengan Taufiq. Djohan sendiri sebelumnya sudah mengenal Taufiq, lantaran Taufiq adalah teman adiknya yang merupakan anggota geng Don Quixotte selama di SMA Negeri 2 Palembang.

Nah, Djohan dan sejumlah pengurus GMNI langsung merekrut Taufiq sebagai anggota GMNI. Ajakan Djohan ini disambut baik oleh Taufiq yang sebelumnya sudah banyak membaca berbagai buku yang berisi pemikiran Soekarno, dan dia menjadi terkagum dengan proklamator Republik Indonesia itu.

Selama di GMNI, Taufiq banyak belajar mengenai politik dan perkembangannya dengan cara berdiskusi bersama para seniornya seperti Djohan dan Zainal Abidin.

“Taufiq itu dapat berdiskusi berjam-jam, tapi dia paling tidak dapat melakukan pidato. Tapi yang penting, Taufiq itu jago lobby,” kata Djohan Hanafiah mengenai sosok Taufiq, kepada saya dalam sebuah perbincangan.

Keberhasilan Djohan merangkul anak seorang Masyumi ini, bukan tanpa reaksi dari orangtua Taufiq. Ayahnya, Tjik Agus Kiemas, sangat terpukul Taufiq bergabung dengan GMNI. Dia berharap, Taufiq bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Tapi setelah Taufiq melakukan dialog dengan bapaknya yang merupakan tokoh Masyumi di Palembang, ini, akhirnya pilihan politik Taufiq itu diterima baik-baik. Dan sang ayah berpesan, Taufiq harus menerima konsekwensi atas pilihan politiknya.

Komentar


Berita Terkait