10.05.2010 01:22:12 WIB
Oleh SUMARDONI
AKSI kekerasan yang dilakukan sejumlah pemain Sriwijaya FC terhadap pendukungnya mendapat reaksi keras dari pendukungnya. Mereka pun menuntut para pemain itu diproses hukum, dipecat dari Sriwijaya FC, dan tidak dipakai di tim nasional.
"Kita protes keras. Kita minta proses hukum dijalankan dengan benar terhadap para pelaku. Kita juga minta mereka dicoret dari Sriwijaya FC, dan tidak dipakai di tim nasional," kata Kusoi, koordinator Si Manis, salah satu kelompok sporter Sriwijaya FC, Minggu (09/05/2010) malam.
Guna menyatakan tuntutan itu, kata Kusoi, mereka akan melakukan aksi pada hari ini, Senin (10/05/2010).
Hal senada dikatakan Febuar Rahman, penasehat dan pelindung Si Manis. "Kami menuntut proses hukum terhadap para pelaku kekerasan. Kami pun menuntut Dodi Reza Alex Noerdin bertanggungjawab," katanya.
"Tindakan para pemain itu sama seja merusak nama Sriwijaya FC dan nama Sumsel. Bagi kami tak ada cara lain kecuali buang semua pemain itu. Buat apa menjadi juara atau meraih piala sepakbola, kalau perilaku pemainnya seperti itu," tambah Febuar Rahman.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pemain Sriwijaya FC melakukan pemukulan terhadap para pendukungnya di Simpang Charitas Palembang, Sabtu (08/05/2010) seusai ditahan Persija 0-0.
Sementara sebelumnya para pemain Sriwijaya FC mendatangi korban pemukulan mereka yakni Yopi, soprter Sriwijaya Mania Sumsel di RS Charitas, Palembang, Minggu (09/05/2010) malam. Tampak Cristian Worabay meminta maaf kepada Yopi.
Foto: Militansi Singa
