10.09.2009 12:20:25 WIB
Oleh FLORENCIA MARCELINA RAMADHONA
BEROBAT gratis yang dijalankan pemerintah Sumatra Selatan menarik perhatian Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), mereka pun berencana menjadi program tersebut sebagai percontohan di tingkat nasional. Oleh karenanya, tim monitoring dari Dewan Jaminan Sosial Nasional akan melakukan survei dan mengkaji pelaksanaanya di lapangan.
"Alasan kami, Sumsel adalah provinsi yang pertama memberikan jaminan sosial berupa program berobat gratis secara luas di Indonesia," kata Ketua Tim DSJN drg Moeryono Aladin, yang melakukan minotoring implemantasi dan sinkronisasi UU No 40/2004, di kantor Gubernur Sumsel, Jalan Kapten A. Rivai Palembang, Kamis (10/09/2009).
Dijelaskan Moeryono mengatakan program berobat gratis, merupakan satu wujud dari kemauan politik dari Alex Noerdin, selaku Gubernur Sumsel dan wakilnya Eddy Yusuf.
Apresiasi DSJN terhadap pemerintah Sumsel, lantaran baru Sumatra Selatan yang melaksanakan program tersebut. Di Indonesia yang paling dilakukan pemerintah kota dan kabupaten. "Untuk menyatukan visi walikota dan bupati dalam satu provinsi bukan hal yang sepele, terlebih latar belakang politik yang berbeda. Keberhasilan Alex Noerdin berhasil menyatukan semua bupati dan walikota, ini pekerjaan sulit," katanya.
Sementara Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf kepada pers, mengatakan program berobat gratis di Sumsel membutuhkan dana Rp 240 miliar lebih yang berasal dari APBD provinsi dan Rp80 miliar dari dana sharing kabupaten dan kota di Sumsel.
"Masyarakat yang tidak memiliki jaminan kesehatan, pemerintah daerah memberikan jaminan mulai dari tingkat rawat di Puskesmas hingga rujukan ke rumah sakit di provinsi dan nasional," katanya.
