20.03.2010 14:42:43 WIB
Oleh Tim Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa.
JIKA kita berkunjung ke Indonesia Timur, khususnya ke perairan Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, kita akan menemukan ikan mirip mirip capung yang disebut ikan Banggai Cardinal (Pterapogon Kauderni). Di dunia, ikan hanya terdepat di perairan Sulawesi.
Namun kini jumlahnya merosot drastis karena kerusakan terumbu karang dan penjualan bebas ke luar negeri via Denpasarm Bali.
Spesies ini hidup pada jangkauan geografis yang sangat terbatas yaitu 5.500 kilometer persegi dan dengan jumlah populasi yang sedikit yaitu sekitar 2,4 juta saja. Banggai Cardinal merupakan populasi yang terisolasi dan terkonsentrasi di peraiaran dangkal pada 17 pulau besar dan 10 pulau kecil, Kepulauan Banggai.
Memang, sebagian kecil populasinya terdapat di Luwuk Sulawesi Tengah. Tambahan populasi berasal dari Selat Lembeh (Sulawesi Utara), sekitar 400 kilometer sebelah utara dari habitat asli.
Spesies ini tumbuh dengan panjang maksimal 8 cm memiliki corak khusus yang kontras antara warna hitam dan garis terang warna putih. Perbedaan yang spesifik yang membedakan dengan cardinal lainnya adalah pada sirip dorsal yang pertama memiliki kuncir, sirip anal dan sirip dorsal yang kedua menjulur ke belakang, sirip caudal bercabang dua, memiliki corak warna yang terdiri dari 3 buah garis hitam pada kepala dan badan, warna hitamnya menyolok di tepi bagian awal sirip anal dan kedua sirip dorsal.Yang membedakan Banggai Cardinal jantan dan betina adalah rongga mulut jantan lebih besar dan itu hanya terlihat mereka pada saat mengerami telurnya.
