Internasional

Tampil Membujuk Para Pemilih

coba

01.04.2010 04:14:19 WIB

Oleh LYNETTE LEE CORPORAL* – Asia Media Forum?

MANILA (IPS) – SERING dianggap kaku dan membosankan, kandidat presiden Filipina Benigno Aquino III mendekati generasi MTV dengan muncul sebagai rapper hip-hop dan suka senyum dalam iklan televisinya.

Untuk menunjukan daya tariknya, kandidat Richard Gordon tampil dengan suara palsu (lipsynch) dalam video slapstick dengan komedian lokal di Youtube, sembari mencoba bergaya dengan sebuah lagu The Tokens yang hit tahun 1961 "The Lion Sleeps Tonight".

Dengan lagu menarik, yang dinyanyikan anak-anak dalam iklannya, pengusaha real estate Manuel Villar ingin menunjukkan kepada para pemilih bahwa dia tahu arti kemiskinan. “Apakah Anda pernah mandi dalam lautan sampah?” dan “Apakah Anda pernah menghabiskan Natal di jalanan?” menjadi larik-larik lagu kampanye.

Dengan satu bulan tersisa sebelum pemilihan umum nasional pada 10 Mei, sembilan kandidat presiden sibuk memamerkan “bakat artistik” mereka dengan menggunakan media televisi, radio, cetak, dan online untuk mendapatkan anggukan dari para pemilih. Enam puluh persen dari 92 juta warga Filipina punya hak pilih, bersama 7,8 juta pemilih di luar negeri.

Iklan kampanye berdurasi 30-60 detik menjadi makanan sehari-hari warga Filipina di layar televisi, internet, dan radio sejak masa kampanye dimulai pada Februari lalu.

Sejumlah lagu dan tarian, yang menarik hingga pernah dilupakan, penuh humor dan satir, sudah lama menjadi bagian dari budaya pesta politik di Filipina.

Orang-orang yang suka hiburan senang melihat apa yang dipertontonkan calon-calon pemimpin mereka, tak peduli apakah itu dalam kampanye dadakan, di televisi, atau di radio.

"Seperti terjadi di belahan dunia lain, dalam beberapa hal politik layaknya pedagang yang menawarkan dagangannya ke konsumen. Pasti, bisnis pertunjukkan menjadi bagian utamanya," kata Joel Lacsamana, wakil direktur untuk kandidat presiden Gilbert Teodoro, mantan menteri pertahanan. ??

"Orang ingin tahu siapa diri Anda dan Anda sebagai seorang kandidat. Langkah selanjutnya adalah memberikan identitas dan kelebihan (brand) Anda," kata Prospero de Vera, profesor administrasi publik di Universitas Filipina. Seorang kandidat perlu mendapatkan pengakuan dari pemilih sebanyak 95 persen atau lebih untuk menang, ujarnya dalam sebuah wawancara.

Sejak politik dan bisnis iklan hiburan bergabung selama masa kampanye, para kandidat presiden berlomba-lomba mendapatkan dukungan dari aktor dan aktris, penyanyi dan penghibur.??

Inilah pemikiran di balik salah satu iklan televisi Aquino, “Hindi Ka Nag-iisa” (Kamu Tak Sendiri), yang ditaburi bintang-bintang iklan politik yang berlangsung cukup lama.

Judulnya berasal dari slogan yang menjadi seruan nasional setelah pembunuhan ayah Aquino, almarhum Benigno Aquino Jr, seorang oposan utama bagi diktator Ferdinand Marcos, pada 1983. Iklan itu menampilkan orang-orang dari berbagai lapisan –diperankan oleh bintang film dan televisi– membawa obor untuk mendukung kandidat Aquino.??

Mencalonkan kembali jadi kunci, bukan hanya karena tak mudah melakukan kampanye di seluruh Filipina –yang memiliki 7.100 pulau.

Pada jajak pendapat pertama dengan sistem penghitungan komputer bulan Mei, para pemilih akan memberikan suara pada 11 pejabat publik dari daftar –presiden, wakil presiden, 12 senator, wakil kongres, wakil partai, seorang gubernur, wakil gubernur, hingga tujuh anggota dewan provinsi, walikota, wakil walikota, dan 12 anggota dewan lokal.

Meski radio bisa mencapai setiap rumah di Filipina, televisi punya angka penetrasi 71 persen –dan menjadi alat penting untuk berkampanye.

Pada pemilu tahun 2004, survei menunjukkan bahwa "setidaknya 90 persen warga Filipina memperolah informasi tentang kandidat mereka dari televisi," kata De Vera.

Saat ini, para kandidat yang punya banyak dana jelas lebih mudah mendapatkan jam tayang, terutama jam tayang utama dari jam tujuh sampai 10 malam. ??

"Cara terbaik dan tercepat bagi seorang kandidat untuk memperkenalkan diri kepada publik adalah melalui iklan televisi ... sehingga masuk akal menempatkan banyak dana untuk iklan televisi, " ujar De Vera.

Pada Jumat lalu, Komisi Pemilihan Umum (Comelec) mengatakan, Aquino dan Villar telah melebihi batas maksimum jam tayang dari 120 menit, yang ditetapkan UU untuk setiap stasiun televisi, di jaringan televisi ABS-CBN.

Per 12 Maret, Aquino telah menggunakan jam tayang sebanyak 291,5 menit dan Villar 250 menit, katanya. "Kami akan memberikan peringatan kepada mereka jika ada iklan tayang di stasiun-stasiun televisi itu, di mana mereka sudah melebihi batas," kata juru bicara Comelec, James Jimenez.??

Pelanggaran pemilu dapat dikenai hukuman penjara, denda, serta pemecatan dari jabatan publik dan pemilihan.

Sebelumnya, studi kelompok media AGB Nielsen menyebutkan bahwa Villar menghabiskan dana paling besar untuk iklan sebesar 150 juta peso dari 9 Februari sampai 8 Maret.

Para pemilih Filipina diharapkan “terpesona” dengan kandidat mereka. "Bahkan bila ada peningkatan jumlah pemilih dewasa saat ini, mayoritas masih mencari tokoh populer dan menghibur. Mereka menuntut para kandidat untuk tampil dengan lagu-lagu dan tarian dalam sejumlah putaran kampanye," kata Ditas Bermudez, mantan copywriter untuk sebuah biro iklan.

Namun tak semua orang setuju, dengan mengatakan bahwa mengikuti iklan-iklan itu tak berarti mereka sudah membuat keputusan final di hari pemungutan suara.

"Saya tak benar-benar yakin dengan iklan-iklan itu karena sama seperti iklan komersial. Mereka seperti iklan sampo. Mereka hanya membuat diri mereka terlihat baik, tapi tidak benar," kata Aiza Salazar, bidan berusia 24 tahun. "Saya akan lebih percaya bila membaca sesuatu tentang seorang kandidat."

Bagi yang lain, iklan-iklan itu membantu pemilih siapa yang tak akan mereka pilih.

“Erap tak pernah saya lihat dan dengar. Apa sih yang dia lakukan sepanjang karier politiknya? Dia sama sekali tak tahu malu!” ujar Heart Mauricio, seorang pengusaha perempuan dari pusat kota Cebu, tentang mantan presiden Joseph Estrada, yang telah mendapat grasi dan kembali mencalonkan diri sebagai presiden.*

* Asia Media Forum (http://www.theasiamediaforum.org) adalah ruang bagi wartawan untuk berbagi wawasan mengenai isu-isu yang berhubungan dengan media dan profesi mereka, juga tulisan-tulisan dan opini tentang demokrasi, pembangunan, dan HAM di Asia. Ia dikoordinasi IPS Asia-Pasifik.

Translated by Basilius Triharyanto
Edited by Budi Setiyono
Naskah ini diterbitkan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS

Komentar


Berita Terkait