20.08.2009 20:35:10 WIB
Oleh SUMARDONI
UNTUK kali pertama, Pemerintah Indonesia bersama ormas Islam terbesar yakni Muhammadiyah dan NU menetapkan jadwal awal puasa yang sama, yakni pada Sabtu, 22 Agustus 2009. Pemerintah menetapkan puasa pertama jatuh pada 22 Agustus 2009, setelah pengamatan secara ru'yah di seluruh Indonesia yang dilakukan pada Kamis (20/08/2009) petang tadi, hilal belum tampak. Karena itu, awal Ramadan ditetapkan pada Sabtu, 22 Agustus 2009. "Karena hilal tidak tampak, maka besok tidak ditetapkan sebagai awal Ramadan," kata Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni saat memimpin sidang itsbat penetapan awal Ramadan 1430 H di kantor Departemen Agama RI, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2009) malam.
Hingga pukul 19.30 WIB, sidang itsbat masih berlangsung. Hadir juga dalam sidang itsbat Menkominfo M Nuh dan para pejabat Departemen Agama, serta pimpinan ormas-ormas Islam.
Pernyataan Menteri Agama itu secara tersirat telah menunjukkan bahwa bulan Sya'ban digenapkan selama 30 hari. Dengan demikian, maka 1 Ramadan 1430 H jatuh pada Sabtu, 22 Agustus 2009.
Sebelumnya pihak Departemen Agama membacakan hasil pengamatan hilal di sejumlah titik berikut nama-nama saksi. Hasil pengamatan, hilal tidak tampak di seluruh tempat di Indonesia.
Sementara itu, dalam sidang itu, perwakilan NU juga mengklarifikasi mengenai hasil hisab yang dilakukan timnya. "Yang benar posisi hilal -01 derajat, buka 1 derajat," kata pimpinan NU. Klarifikasi perwakilan NU ini memperkuat bahwa awal Puasa jatuh pada 22 Agustus 2009.
Sebelumnya PP Muhammadiyah telah menetapkan bahwa awal Puasa jatuh pada Sabtu, 22 September. Muhammadiyah menetapkan dengan hisab. Ormas ini juga telah menetapkan bahwa Idul Fitri jatuh pada 20 September 2009.
Ilustrasi: Deetik.com
