12.11.2009 19:45:45 WIB
Kering Disini akan Mengeringkanmu
biarkan air mengalir
walau hidup belum
bikin nama baru
anak baru
nafsu di sini milikmu
ambillah dan kemasi
kau harus buruburu
kering di sini
akan mengeringkan tubuhmu
aku
faham
pinggulmu
mulai
kuyup
tapi sabarlah
malam ini akan mengajarkanmu
kita selalu sulit
menggiring air
masuk ke kandang dan
memberi anak kepada kita
rahimmu atau rahimku
serupa isyarat
dengan malam jinak
untuk saat ini
berkemaslah
kering di sini akan mengeringkan tubuhmu
nov 2009
Sampai di Mana Aku Semalam
Di antara tulang belulang
para lelaki yang meninggalkan
jalan nasib di atas ranjang
dua mata gadis tergadaikan
setelah seluruh sepi terasa
berada di sini
satu per satu di antara mereka
ada yang dibawa pulang
menuju lorong-lorong malam
serupa hitam adalah malam
yang kelak menuntaskan segala
lelah untuk dilunaskan
sampai di mana aku semalam nona?
(tanya yang satunya sambil membuka kancing dan menanggalkan selimut ranjang)
atau haruskah kita tunda hingga
malam berikutnya?
Aku makin lelah. Lihatlah, kantung celanaku tak begitu tebal
mungkin saja aku meninggalkanmu
di sini, tapi jalanan terlalu asing
(mereka tampak malu menyaksikan adegan malam ini)
hujan datang sebagai tanda malam kian basah
amat dingin untuk kulitmu
tanpa benang
kau seharusnya ada di kandangmu nona!
Bukan duduk manis di hadapanku
tinggalkanlah malamku untuk kali ini
dan ambillah sisanya
seolah kau telah menidurkanku
dengan nafas paling basah
Oct 2009, Sekayu
Mutiah A. Rasta kelahiran Palembang,19 Mei 1994
Foto: facebook
